BEJO Vertical Steam Boiler: Spesifikasi, Parts, Setting, Cara Kerja, Keunggulan, Studi Kasus dan Perbandingan
Catalog- Bejo Vertical Steam Boiler
Mengenal BEJO Vertical Oil/Gas-Fired Steam Boiler
Kebutuhan steam di dunia industri tidak selalu membutuhkan boiler berukuran besar dengan instalasi yang memakan banyak ruang. Banyak fasilitas produksi justru membutuhkan sumber steam yang ringkas, cepat menghasilkan uap, mudah ditempatkan di area terbatas, dan tersedia dalam beberapa pilihan kapasitas.
Salah satu produk yang dirancang untuk kebutuhan tersebut adalah BEJO Vertical Oil/Gas-Fired Steam Boiler seri B-LSS.
BEJO B-LSS merupakan vertical water-tube oil/gas steam boiler dengan konfigurasi water-tube, through-flow dan vertical three-pass. Berdasarkan brosur produk, boiler menggunakan burner otomatis sebagai peralatan pembakaran utama.
Rentang kapasitas steam yang tersedia sangat luas, mulai dari 100 kg/jam hingga 2.000 kg/jam, sehingga pemilihannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan proses.

Model yang tersedia meliputi:
| Model | Kapasitas Steam |
|---|---|
| B-LSS0.05-0.7-Y.Q | 50 kg/jam |
| B-LSS0.1-0.7-Y.Q | 100 kg/jam |
| B-LSS0.15-0.7-Y.Q | 150 kg/jam |
| B-LSS0.2-0.7-Y.Q | 200 kg/jam |
| B-LSS0.3-0.7-Y.Q | 300 kg/jam |
| B-LSS0.5-0.7-Y.Q | 500 kg/jam |
| B-LSS0.75-0.7-Y.Q | 750 kg/jam |
| B-LSS1-0.7-Y.Q | 1.000 kg/jam |
Seluruh model pada tabel brosur memiliki rated working pressure 0,7 MPa dan temperatur saturated steam 171°C. Bejo Vertical Steam Boiler Dengan konfigurasi vertikal, produk ini terutama menarik ketika ruang instalasi menjadi salah satu pertimbangan penting.
Cara Kerja BEJO Vertical Steam Boiler
Brosur halaman 3 menjelaskan bahwa seri B-LSS menggunakan konstruksi vertical water-tube through-flow dengan three-pass. Burner otomatis menghasilkan nyala bersuhu tinggi sebagai sumber panas.
Secara sederhana, proses kerjanya dapat dipahami sebagai berikut.
Burner terlebih dahulu melakukan proses ignition atau penyalaan secara otomatis. Panas hasil pembakaran kemudian dialirkan melalui jalur perpindahan panas boiler.
Menurut penjelasan konstruksi dalam brosur, gas panas masuk menuju bagian dalam susunan pipa pada furnace dari bagian atas. Pada bagian bawah furnace, aliran berbelok sekitar 180° dan bergerak kembali ke atas melalui ruang di antara furnace tube dan susunan pipa.
Gas hasil pembakaran selanjutnya meninggalkan boiler melalui bagian flue di atas dan diteruskan menuju chimney.
Konfigurasi jalur panas tersebut dirancang agar energi panas dari proses pembakaran dapat dipindahkan ke air secara efektif sebelum gas buang dilepas melalui sistem exhaust.
Hasil akhirnya adalah air berubah menjadi steam yang kemudian disalurkan melalui steam outlet menuju mesin atau proses produksi.
Spesifikasi Lengkap BEJO Vertical Steam Boiler
Salah satu keuntungan seri B-LSS adalah tersedianya banyak pilihan kapasitas. Data berikut ditranskripsikan dari tabel spesifikasi pada halaman 2 brosur. Bejo Vertical Steam Boiler
Parameter |
50 kg/h |
100 kg/h |
150 kg/h |
200 kg/h |
300 kg/h |
500 kg/h |
750 kg/h |
1.000 kg/h |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Working Pressure | 0,7 MPa | 0,7 MPa | 0,7 MPa | 0,7 MPa | 0,7 MPa | 0,7 MPa | 0,7 MPa | 0,7 MPa |
| Saturated Steam Temp. | 171°C | 171°C | 171°C | 171°C | 171°C | 171°C | 171°C | 171°C |
| Full Volume | 29 L | 29/58 L | 29/65 L | 29/80 L | 110 L | 200 L | 260 L | 390 L |
| Light Diesel | 3,2 kg/h | 6,6 kg/h | 10,1 kg/h | 13,2 kg/h | 19,8 kg/h | 33 kg/h | 49,5 kg/h | 66 kg/h |
| Natural Gas | 3,9 Nm³/h | 7,8 Nm³/h | 11,8 Nm³/h | 15,6 Nm³/h | 23,4 Nm³/h | 39 Nm³/h | 58,5 Nm³/h | 78 Nm³/h |
| LPG | 1,6 Nm³/h | 3,3 Nm³/h | 4,9 Nm³/h | 6,7 Nm³/h | 10,1 Nm³/h | 13 Nm³/h | 20 Nm³/h | 26 Nm³/h |
| Water Inlet | DN15 | DN15 | DN20 | DN20 | DN25 | DN25 | DN32 | DN32 |
| Steam Outlet | DN15 | DN20 | DN20 | DN25 | DN32 | DN40 | DN50 | DN65 |
| Blowdown Valve | DN20 | DN20 | DN25 | DN25 | DN25 | DN40 | 2×32 | 2×40 |
| Net Weight | 230 kg | 320/390 kg | 380/470 kg | 430/550 kg | 690 kg | 1.660 kg | 2.390 kg | 3.150 kg |
Catatan: beberapa model mempunyai dua angka volume, dimensi, dan berat pada tabel asli, yang menunjukkan adanya variasi konfigurasi. Karena brosur tidak menjelaskan secara terperinci penyebab perbedaan konfigurasi tersebut, pemilihan unit sebaiknya dikonfirmasi berdasarkan model aktual yang ditawarkan. Bejo Vertical Steam Boiler
Konsumsi Bahan Bakar BEJO Boiler
Pemilihan boiler tidak seharusnya hanya berdasarkan kapasitas steam. Konsumsi bahan bakar juga merupakan parameter penting karena berpengaruh langsung terhadap biaya operasional.
Brosur menyediakan angka konsumsi untuk light diesel, natural gas, dan LPG.
Sebagai contoh, model 100 kg/jam memiliki angka konsumsi nominal dalam tabel sebesar:
Light diesel: 6,6 kg/jam
Natural gas: 7,8 Nm³/jam
LPG: 3,3 Nm³/jam
Pada kapasitas 500 kg/jam:
Light diesel: 33 kg/jam
Natural gas: 39 Nm³/jam
LPG: 13 Nm³/jam
Sedangkan pada model terbesar, yaitu 1.000 kg/jam:
Light diesel: 66 kg/jam
Natural gas: 78 Nm³/jam
LPG: 26 Nm³/jam. Bejo Vertical Steam Boiler
Perlu diperhatikan bahwa angka pada brosur merupakan spesifikasi produk. Konsumsi aktual di lapangan dapat dipengaruhi kondisi operasi, beban steam, kualitas bahan bakar, kualitas air, tuning burner, tekanan operasi, frekuensi start-stop, blowdown, kehilangan panas pada distribusi, dan faktor instalasi lainnya.
Karena itu, untuk menghitung biaya produksi steam secara lebih akurat, harga bahan bakar lokal dan profil beban aktual sebaiknya ikut dimasukkan dalam perhitungan.
Parts Utama Vertical Steam Boiler
Dari gambar produk dan penjelasan pada brosur, sistem B-LSS mengintegrasikan beberapa komponen penting untuk proses pembakaran, pembentukan steam, kontrol dan proteksi.
Secara fungsi, bagian yang perlu dipahami operator maupun tim engineering mencakup burner, furnace/ruang pembakaran, water-tube, water inlet, steam outlet, safety valve, blowdown valve, pressure monitoring/control, sistem kontrol/HMI, sistem proteksi water shortage, monitoring exhaust temperature serta sistem interlock.
1. Burner
Burner merupakan sumber energi panas boiler. Brosur menyebut B-LSS menggunakan fully automatic burner.
Burner bertugas melakukan pembakaran bahan bakar sehingga menghasilkan panas yang diperlukan untuk mengubah air menjadi steam.
Otomatisasi ignition membantu mengurangi kebutuhan penyalaan secara manual dan memungkinkan operasi boiler terintegrasi dengan sistem kontrol.
2. Water Tube
B-LSS menggunakan konsep water-tube through-flow.
Pada sistem water-tube, air berada di dalam jalur pipa dan menerima perpindahan panas dari proses pembakaran.
Desain tersebut merupakan salah satu karakter utama yang membedakan B-LSS dari boiler dengan konstruksi konvensional tertentu.
3. Water Inlet
Water inlet menjadi jalur masuk air ke boiler.
Ukuran sambungan bertambah mengikuti kapasitas unit, dari DN15 pada model 50 kg/jam sampai DN32 pada model 750 dan 1.000 kg/jam.
4. Steam Outlet
Steam outlet menjadi jalur keluarnya steam menuju header atau mesin produksi.
Ukuran outlet mulai dari DN15 hingga DN65, tergantung kapasitas boiler.
Model 1.000 kg/jam menggunakan steam outlet DN65, sedangkan model 500 kg/jam menggunakan DN40.
Pemilihan diameter jalur distribusi setelah outlet tetap harus dilakukan berdasarkan kebutuhan sistem secara keseluruhan, bukan hanya menyalin ukuran koneksi boiler.
5. Safety Valve
Safety valve merupakan salah satu komponen proteksi tekanan.
Brosur secara khusus menyebut redundant overpressure protection with safety valves sebagai bagian dari lima lapisan proteksi B-LSS.
Safety valve harus diperlakukan sebagai perangkat keselamatan dan tidak boleh diubah setelannya sembarangan.
6. Blowdown Valve
Blowdown digunakan dalam pengelolaan air boiler dan pembuangan sesuai prosedur operasi.
Ukuran blowdown yang tercantum pada brosur berkisar dari DN20 pada kapasitas kecil sampai konfigurasi lebih besar pada unit berkapasitas tinggi.
7. Pressure Control
BEJO menyebut adanya dual-mode pressure control, yaitu mechanical dan electronic.
Konsep redundansi ini menjadi bagian dari sistem perlindungan boiler.
8. Human-Machine Interface
Salah satu fitur yang ditekankan pada halaman 3 brosur adalah human-machine interface.
Menurut brosur, sistem mendukung multi-machine group control, remote operation dan full-automatic operation. Sistem juga disebut dapat digunakan untuk centralized management melalui intelligent terminals. Bejo Vertical Steam Boiler
Setting Vertical Steam Boiler
Setting boiler harus dilakukan oleh personel yang kompeten dan mengikuti manual teknis unit aktual. Brosur tiga halaman yang tersedia tidak memberikan nilai setting burner, combustion ratio, set point tekanan, parameter feedwater, maupun prosedur commissioning terperinci, sehingga nilai-nilai tersebut tidak boleh diasumsikan dari brosur.
Namun, parameter berikut merupakan area yang secara umum perlu diperhatikan dalam pengoperasian unit.
Setting tekanan
Rated working pressure yang tercantum untuk seri B-LSS adalah 0,7 MPa.
Angka tersebut merupakan rating yang tercantum dalam tabel produk, bukan instruksi untuk mengubah pressure switch atau safety valve menjadi 0,7 MPa.
Set point operasional, cut-in/cut-out, dan safety valve harus mengikuti konfigurasi pabrikan, manual unit aktual, commissioning engineer dan persyaratan keselamatan yang berlaku.
Setting burner
Burner perlu disesuaikan dengan jenis bahan bakar yang digunakan.
Parameter pembakaran tidak seharusnya ditentukan hanya berdasarkan perkiraan konsumsi bahan bakar pada brosur. Air-fuel ratio, tekanan suplai bahan bakar dan combustion setting memerlukan data burner aktual serta pengukuran saat commissioning.
Setting feedwater
Ketersediaan feedwater menjadi bagian kritis dalam pengoperasian boiler.
Brosur menyebut adanya water shortage automatic flame failure protection, sehingga apabila kondisi kekurangan air yang dipantau sistem terjadi, burner dapat dihentikan sebagai fungsi proteksi.
Monitoring temperatur gas buang
Brosur juga menyebut real-time water quality/exhaust temperature monitoring.
Monitoring temperatur exhaust dapat membantu operator mengamati kondisi operasi dan performa sistem.
Setting blowdown
Frekuensi blowdown tidak dapat ditetapkan hanya dari kapasitas boiler.
Kualitas feedwater dan parameter kualitas air aktual perlu menjadi dasar program pengelolaan air dan blowdown.
Lima Sistem Proteksi BEJO B-LSS
Pada halaman 3 brosur terdapat bagian Fivefold Protection. Inilah salah satu bagian penting dari desain B-LSS.
Proteksi yang disebutkan meliputi:
- Dual-mode pressure control — mechanical/electronic
- Redundant overpressure protection dengan safety valves
- Real-time water quality/exhaust temperature monitoring
- Water shortage automatic flame failure protection
- Leakage interlocking power failure protection
Dengan kata lain, sistem tidak hanya bergantung pada satu parameter pengamanan.
Namun, keberadaan proteksi otomatis tidak menghilangkan kebutuhan inspeksi, preventive maintenance, pengujian perangkat keselamatan, prosedur operasi, dan kepatuhan terhadap peraturan di lokasi pemasangan. Bejo Vertical Steam Boiler
Keunggulan BEJO Vertical Steam Boiler
Efisiensi Termal Diklaim 95%
Brosur menyatakan sistem menggunakan high-efficiency energy saver dengan thermal efficiency 95%.
Brosur juga menyebut rapid steam output membantu mengurangi kehilangan steam.
Angka 95% tersebut perlu dipahami sebagai klaim spesifikasi produsen dalam brosur, bukan hasil pengujian independen yang disertakan dalam dokumen yang diberikan. Bejo Vertical Steam Boiler
Desain Vertikal dan Footprint Ringkas
Salah satu karakter paling terlihat dari gambar produk pada halaman 1 dan 2 adalah konstruksi vertikal.
Konfigurasi tersebut memungkinkan boiler mempunyai footprint yang relatif ringkas dibandingkan konfigurasi horizontal dengan kapasitas tertentu.
Sebagai contoh, model 50 kg/jam tercantum memiliki dimensi keseluruhan sekitar 720 × 660 × 1.450 mm.
Model 300 kg/jam memiliki dimensi 950 × 820 × 2.000 mm.
Sedangkan kapasitas 1.000 kg/jam tercantum sekitar 1.750 × 1.400 × 2.650 mm. Bejo Vertical Steam Boiler
Artinya, peningkatan kapasitas terutama diakomodasi melalui peningkatan ukuran unit sambil mempertahankan konsep vertikal.
Pilihan Kapasitas Lengkap
Tersedianya delapan kapasitas dari 50 sampai 1.000 kg/jam mempermudah proses matching antara boiler dan kebutuhan steam.
Pengguna tidak harus langsung memilih boiler 1 ton/jam apabila kebutuhan prosesnya hanya ratusan kilogram steam per jam.
Sebaliknya, fasilitas yang membutuhkan kapasitas lebih besar mempunyai opsi hingga 1.000 kg steam per jam dalam seri yang sama.
Multi-Fuel
Tabel spesifikasi memberikan data konsumsi untuk light diesel, natural gas dan LPG.
Hal ini memberi dasar bagi calon pengguna untuk mengevaluasi konfigurasi bahan bakar berdasarkan ketersediaan energi di lokasi proyek.
Otomatisasi
Brosur menonjolkan full-automatic operation dan human-machine interface.
Untuk fasilitas dengan beberapa unit, fitur multi-machine group control juga disebut tersedia.
Rapid Steam Output
Produsen menyebut rapid steam output sebagai salah satu karakter B-LSS.
Bagi proses yang tidak memerlukan steam secara terus-menerus selama 24 jam, kemampuan menghasilkan steam dengan cepat dapat menjadi faktor penting karena pola produksi sering melibatkan start-stop.
Sistem Proteksi Berlapis
Dual pressure control, safety valve, water-shortage protection dan interlocking menjadi bagian penting dari konsep keselamatan yang ditawarkan.
Table Setting Pemilihan Kapasitas Boiler
Untuk mempermudah engineering awal, seri B-LSS dapat dikelompokkan berdasarkan kapasitas sebagai berikut.
| Kebutuhan Steam Nominal | Model | Fuel NG menurut brosur | Steam Outlet |
|---|---|---|---|
| 50 kg/h | B-LSS0.05 | 3,9 Nm³/h | DN15 |
| 100 kg/h | B-LSS0.1 | 7,8 Nm³/h | DN20 |
| 150 kg/h | B-LSS0.15 | 11,8 Nm³/h | DN20 |
| 200 kg/h | B-LSS0.2 | 15,6 Nm³/h | DN25 |
| 300 kg/h | B-LSS0.3 | 23,4 Nm³/h | DN32 |
| 500 kg/h | B-LSS0.5 | 39 Nm³/h | DN40 |
| 750 kg/h | B-LSS0.75 | 58,5 Nm³/h | DN50 |
| 1.000 kg/h | B-LSS1 | 78 Nm³/h | DN65 |
Tabel ini dapat digunakan sebagai screening awal, tetapi bukan pengganti perhitungan steam balance.
Dalam proyek nyata, kapasitas boiler sebaiknya dihitung dari konsumsi seluruh equipment yang menggunakan steam, simultaneous load, peak demand, operating pressure, heat loss serta kebutuhan margin kapasitas.
Studi Kasus BEJO Vertical Steam Boiler untuk Laundry, Industri Makanan, dan Pabrik
Pemilihan steam boiler industri tidak cukup hanya melihat kapasitas maksimum yang tertulis pada katalog. Boiler perlu disesuaikan dengan kebutuhan steam aktual, tekanan kerja, pola pemakaian, jenis bahan bakar, peak load, kualitas feedwater, ruang instalasi, hingga rencana pengembangan kapasitas produksi.
BEJO Vertical Steam Boiler seri B-LSS tersedia dalam beberapa pilihan kapasitas, mulai dari 50 kg/jam hingga 1.000 kg/jam. Berdasarkan brosur, pilihan kapasitas tersebut adalah 50, 100, 150, 200, 300, 500, 750 dan 1.000 kg steam per jam. Seri ini memiliki rated working pressure 0,7 MPa dan saturated steam temperature 171°C. Bejo Vertical Steam Boiler
Ketersediaan beberapa kapasitas tersebut memungkinkan calon pengguna melakukan pemilihan boiler berdasarkan kebutuhan proses. Namun, kapasitas boiler tidak sebaiknya dipilih dengan prinsip “kebutuhan 180 kg/jam berarti cukup membeli boiler 200 kg/jam”. Kondisi aktual bisa lebih kompleks karena kebutuhan steam dapat berubah selama proses produksi.
Berikut beberapa contoh studi kasus BEJO Vertical Steam Boiler untuk menggambarkan cara melakukan screening awal kapasitas.
Catatan: studi kasus di bawah merupakan simulasi engineering untuk membantu memahami pemilihan kapasitas. Contoh tersebut bukan data proyek atau pelanggan yang tercantum dalam brosur BEJO.
1: BEJO Vertical Steam Boiler untuk Laundry Industri
Industri laundry merupakan salah satu contoh fasilitas yang dapat memiliki kebutuhan steam. Besarnya konsumsi steam sangat tergantung pada jenis dan jumlah equipment yang digunakan, kapasitas produksi, jam operasi, serta apakah beberapa mesin menggunakan steam secara bersamaan.
Sebagai simulasi, sebuah laundry industri mempunyai beberapa equipment dengan total kebutuhan steam maksimum simultan sekitar 180 kg/jam.
Pada kondisi tersebut, kita dapat membandingkan pilihan kapasitas yang tersedia pada seri BEJO B-LSS.
Model 150 kg/jam mempunyai rated steam capacity 150 kg/jam. Secara nominal kapasitas tersebut berada di bawah kebutuhan 180 kg/jam.
Pilihan berikutnya adalah BEJO B-LSS 200 kg/jam.
Secara matematis sederhana:
Kebutuhan steam = 180 kg/jam
Kapasitas boiler = 200 kg/jam
Selisih kapasitas nominal:
200 – 180 = 20 kg/jam
Artinya, terdapat selisih sekitar 20 kg/jam antara kebutuhan yang diasumsikan dan kapasitas nominal boiler.
Namun perhitungan tersebut belum cukup untuk menentukan final sizing.
Spesifikasi BEJO Boiler 200 kg/jam
Menurut tabel pada brosur, model B-LSS0.2-0.7-Y.Q memiliki rated steam capacity 200 kg/jam.
Spesifikasi yang tercantum meliputi:
| Parameter | BEJO B-LSS 200 kg/jam |
|---|---|
| Rated Steam Capacity | 200 kg/jam |
| Rated Working Pressure | 0,7 MPa |
| Saturated Steam Temperature | 171°C |
| Full Volume | 29/80 L |
| Light Diesel Consumption | 13,2 kg/jam |
| Natural Gas Consumption | 15,6 Nm³/jam |
| LPG Consumption | 6,7 Nm³/jam |
| Water Inlet | DN20 |
| Steam Outlet | DN25 |
| Safety Valve | DN25 |
| Blowdown Valve | DN25 |
| Net Weight | 430/550 kg |
Brosur juga menunjukkan dua konfigurasi dimensi pada model ini, yaitu sekitar 820 × 720 × 1.720 mm / 890 × 780 × 1.800 mm. Bejo Vertical Steam Boiler
Apakah Boiler 200 kg/jam Cukup untuk Laundry 180 kg/jam?
Belum tentu.
Jika angka 180 kg/jam merupakan kebutuhan maksimum aktual yang sudah memasukkan seluruh peak load dan kondisi operasi, maka secara nominal kapasitas 200 kg/jam memang berada di atas kebutuhan tersebut.
Tetapi engineer perlu melihat bagaimana angka 180 kg/jam diperoleh.
Misalnya terdapat empat mesin yang membutuhkan steam. Jika beberapa equipment mengalami fase heating secara bersamaan, konsumsi sesaat dapat lebih tinggi daripada konsumsi rata-rata selama satu jam.
Inilah alasan average steam consumption dan peak steam demand perlu dibedakan.
Misalkan kebutuhan rata-rata fasilitas hanya 150 kg/jam, tetapi pada periode tertentu mencapai 220 kg/jam. Boiler dengan rated capacity 200 kg/jam secara nominal tidak mencakup peak demand 220 kg/jam tersebut.
Dalam seri B-LSS, pilihan kapasitas berikutnya setelah 200 kg/jam adalah 300 kg/jam.
Hal ini bukan berarti model 300 kg/jam otomatis menjadi pilihan yang benar. Oversizing boiler juga perlu dihindari apabila tidak didukung kebutuhan proses.
Final sizing sebaiknya berdasarkan perhitungan beban aktual.
Parameter yang Harus Dihitung pada Laundry
Sebelum menentukan steam boiler untuk laundry, identifikasi setiap equipment yang membutuhkan steam.
Data penting meliputi konsumsi steam per mesin, jumlah mesin, tekanan yang diperlukan, operating hours, waktu heating, simultaneous factor dan peak load.
Jalur distribusi steam juga perlu diperhatikan.
Steam yang dihasilkan boiler harus sampai ke point of use pada kondisi yang dibutuhkan. Karena itu, panjang piping, diameter pipa, insulation, pressure drop dan pengelolaan condensate menjadi bagian dari desain sistem secara keseluruhan.
Pertimbangan Bahan Bakar untuk Laundry
B-LSS 200 kg/jam mempunyai data konsumsi light diesel, natural gas dan LPG pada brosur.
Untuk natural gas, angka yang tercantum adalah 15,6 Nm³/jam.
Jika dibuat simulasi sangat sederhana selama 8 jam pada asumsi konsumsi tersebut:
15,6 Nm³/jam × 8 jam = 124,8 Nm³
Angka tersebut hanya merupakan perkalian matematis berdasarkan angka konsumsi brosur. Konsumsi aktual dapat berubah sesuai load, kondisi burner, kualitas bahan bakar, operating cycle dan kondisi instalasi.
Untuk menghitung biaya operasional, perusahaan dapat memasukkan tarif energi aktual:
Estimasi biaya bahan bakar = konsumsi per jam × jam operasi × harga bahan bakar
Perhitungan seperti ini membantu membandingkan opsi natural gas, LPG maupun light diesel berdasarkan kondisi supply di lokasi.
2: BEJO Vertical Steam Boiler untuk Industri Makanan
Sekarang kita menggunakan contoh fasilitas dengan kebutuhan steam lebih besar.
Misalkan sebuah pabrik pengolahan makanan menggunakan saturated steam sebagai sumber panas untuk beberapa proses. Dalam simulasi ini, steam digunakan pada equipment yang berkaitan dengan cooking, heating atau proses sanitasi.
Diasumsikan kebutuhan rata-rata steam adalah:
350 kg/jam
Sedangkan ketika beberapa equipment bekerja bersamaan, peak steam demand mendekati:
450 kg/jam
Pada jajaran BEJO B-LSS terdapat kapasitas 300 kg/jam dan kemudian 500 kg/jam.
Mengapa 300 kg/jam Tidak Memenuhi Simulasi Ini?
Jika demand aktual berada pada 350 kg/jam, boiler dengan rated capacity 300 kg/jam secara nominal berada 50 kg/jam di bawah kebutuhan.
Pada peak demand 450 kg/jam, selisihnya semakin besar:
450 – 300 = 150 kg/jam
Karena itu, model 300 kg/jam secara nominal tidak memenuhi asumsi demand 350–450 kg/jam apabila seluruh beban tersebut memang membutuhkan steam secara simultan.
Pilihan berikutnya dalam seri adalah BEJO B-LSS 500 kg/jam.
Spesifikasi BEJO Vertical Steam Boiler 500 kg/jam
Berdasarkan brosur, model B-LSS0.5-0.7-Y.Q mempunyai spesifikasi:
| Parameter | B-LSS 500 kg/jam |
|---|---|
| Rated Steam Capacity | 500 kg/jam |
| Rated Working Pressure | 0,7 MPa |
| Saturated Steam Temperature | 171°C |
| Full Volume | 200 L |
| Light Diesel Consumption | 33 kg/jam |
| Natural Gas Consumption | 39 Nm³/jam |
| LPG Consumption | 13 Nm³/jam |
| Water Inlet | DN25 |
| Steam Outlet | DN40 |
| Blowdown Valve | DN40 |
| Dimension | 1.500 × 1.300 × 2.300 mm |
| Net Weight | 1.660 kg |
Data tersebut berasal dari tabel spesifikasi produk pada brosur BEJO. Bejo Vertical Steam Boiler
Tentu. Bagian ini bisa dibuat lebih kuat secara SEO dengan menargetkan keyword steam boiler 500 kg/jam, boiler gas 500 kg/jam, steam boiler 1 ton, konsumsi gas boiler, dan kapasitas boiler industri, tetapi tetap natural. Data spesifikasi berikut tetap berdasarkan brosur BEJO B-LSS. Bejo Vertical Steam Boiler
Analisis Kapasitas BEJO Vertical Steam Boiler 500 kg/Jam
BEJO Vertical Steam Boiler 500 kg/jam dapat menjadi salah satu pilihan yang dievaluasi untuk fasilitas industri dengan kebutuhan steam yang mendekati kapasitas tersebut. Pada simulasi industri makanan sebelumnya, kebutuhan steam rata-rata diasumsikan sekitar 350 kg/jam dengan peak steam demand 450 kg/jam.
Jika dibandingkan dengan rated steam capacity boiler sebesar 500 kg/jam:
500 kg/jam – 450 kg/jam = 50 kg/jam
Secara nominal terdapat selisih kapasitas sebesar 50 kg steam per jam antara rated capacity boiler dan peak demand pada simulasi.
Dalam persentase sederhana terhadap peak demand:
50 ÷ 450 × 100 = sekitar 11,1%
Artinya, kapasitas nominal boiler berada sekitar 11,1% di atas asumsi peak demand 450 kg/jam.
Namun angka tersebut tidak boleh langsung dianggap sebagai safety margin engineering yang pasti mencukupi. Perhitungan ini hanya berfungsi sebagai screening awal dalam proses pemilihan steam boiler industri 500 kg/jam.
Mengapa Peak Steam Demand Harus Dihitung?
Kebutuhan steam pada pabrik tidak selalu konstan.
Dalam satu hari produksi, boiler dapat menghadapi kondisi beban rendah, beban normal dan peak load. Lonjakan kebutuhan dapat terjadi ketika beberapa equipment mulai beroperasi atau membutuhkan pemanasan pada waktu yang berdekatan.
Misalnya, apabila beberapa mesin proses menggunakan steam secara bersamaan, total kebutuhan sesaat dapat meningkat dibandingkan average steam consumption.
Karena itu, engineer sebaiknya membedakan tiga parameter:
Average steam load adalah kebutuhan steam rata-rata selama periode operasi.
Peak steam load merupakan kebutuhan steam tertinggi ketika beberapa pengguna steam beroperasi secara simultan.
Startup load merupakan kebutuhan yang dapat muncul ketika equipment atau proses mulai dipanaskan.
Ketiga kondisi tersebut perlu diperiksa sebelum menentukan apakah BEJO Boiler 500 kg/jam sesuai dengan kebutuhan fasilitas.
Pertimbangkan Rencana Ekspansi Produksi
Kapasitas produksi masa depan juga perlu dimasukkan ke dalam evaluasi.
Apabila perusahaan berencana menambah equipment yang menggunakan steam, kebutuhan 450 kg/jam saat ini dapat meningkat.
Sebaliknya, memilih boiler yang jauh lebih besar hanya berdasarkan kemungkinan ekspansi yang belum jelas juga memerlukan analisis operasional dan ekonomi.
Tujuannya bukan sekadar mendapatkan boiler dengan kapasitas terbesar, melainkan memilih kapasitas yang sesuai dengan profil beban fasilitas.
Spesifikasi BEJO Steam Boiler 500 kg/Jam
Model yang tercantum pada brosur adalah B-LSS0.5-0.7-Y.Q.
Berikut spesifikasi utama yang dapat digunakan untuk tahap awal engineering:
| Spesifikasi | BEJO B-LSS 500 kg/jam |
|---|---|
| Rated Steam Capacity | 500 kg/jam |
| Rated Working Pressure | 0,7 MPa |
| Saturated Steam Temperature | 171°C |
| Full Volume | 200 L |
| Light Diesel Consumption | 33 kg/jam |
| Natural Gas Consumption | 39 Nm³/jam |
| LPG Consumption | 13 Nm³/jam |
| Water Inlet | DN25 |
| Steam Outlet | DN40 |
| Blowdown Valve | DN40 |
| Overall Dimension | 1.500 × 1.300 × 2.300 mm |
| Net Weight | 1.660 kg |
Spesifikasi tersebut merupakan data yang tercantum dalam tabel produk BEJO B-LSS. Bejo Vertical Steam Boiler
Estimasi Konsumsi Natural Gas BEJO Boiler 500 kg/Jam
Salah satu pertanyaan penting ketika memilih boiler gas industri 500 kg/jam adalah berapa kebutuhan natural gas selama operasi.
Brosur BEJO mencantumkan natural gas consumption 39 Nm³/jam untuk model B-LSS 500 kg/jam. Bejo Vertical Steam Boiler
Untuk membuat estimasi sederhana, misalkan boiler diasumsikan beroperasi berdasarkan angka konsumsi tersebut selama 8 jam per hari.
Perhitungannya:
39 Nm³/jam × 8 jam = 312 Nm³/hari
Jika fasilitas beroperasi selama 26 hari per bulan:
312 Nm³/hari × 26 hari = 8.112 Nm³/bulan
Maka hasil ekstrapolasi sederhananya adalah:
| Periode | Estimasi Natural Gas* |
|---|---|
| 1 jam | 39 Nm³ |
| 8 jam | 312 Nm³ |
| 26 hari × 8 jam | 8.112 Nm³ |
*Angka bulanan merupakan hasil perhitungan matematis berdasarkan konsumsi nominal yang tercantum pada brosur dan asumsi operasi 8 jam/hari selama 26 hari.
Apakah Konsumsi Gas Aktual Selalu 39 Nm³/Jam?
Tidak seharusnya angka katalog langsung dianggap sebagai konsumsi aktual pada semua kondisi.
Brosur mencantumkan angka 39 Nm³/jam, tetapi tidak memberikan profil konsumsi untuk setiap persentase load.
Karena itu, dokumen yang tersedia tidak cukup untuk menyatakan berapa konsumsi gas pada beban 25%, 50%, 75%, atau kondisi operasi tertentu.
Untuk perhitungan biaya operasional yang lebih akurat, gunakan profil beban aktual, jam operasi dan data commissioning/unit aktual.
Cara Menghitung Estimasi Biaya Natural Gas
Setelah harga gas aktual diketahui, estimasi sederhana dapat dihitung:
Biaya gas per jam = 39 Nm³ × tarif natural gas per Nm³
Sedangkan estimasi bulanan pada asumsi di atas:
Biaya gas bulanan = 8.112 Nm³ × tarif natural gas per Nm³
Cara ini memungkinkan calon pengguna membuat simulasi biaya operasional steam boiler gas 500 kg/jam berdasarkan tarif energi di lokasi masing-masing.
Konsumsi Light Diesel Boiler 500 kg/Jam
Selain natural gas, tabel B-LSS mencantumkan light diesel consumption 33 kg/jam untuk model 500 kg/jam.
Jika angka katalog tersebut digunakan untuk simulasi operasi 8 jam:
33 kg/jam × 8 jam = 264 kg/hari
Untuk 26 hari operasi:
264 kg/hari × 26 hari = 6.864 kg/bulan
Ringkasannya:
| Periode | Estimasi Light Diesel* |
|---|---|
| 1 jam | 33 kg |
| 8 jam | 264 kg |
| 26 hari × 8 jam | 6.864 kg |
Angka tersebut merupakan simulasi, bukan jaminan konsumsi diesel aktual.
Untuk menghitung estimasi biaya:
Biaya diesel = konsumsi light diesel × harga bahan bakar aktual
Perlu diperhatikan bahwa brosur memberikan konsumsi diesel dalam kg, bukan liter. Karena itu, jangan langsung mengubah 33 kg menjadi 33 liter tanpa dasar konversi densitas bahan bakar yang digunakan.
Konsumsi LPG Boiler 500 kg/Jam
Untuk LPG, brosur mencantumkan angka 13 Nm³/jam pada model B-LSS 500 kg/jam. Bejo Vertical Steam Boiler
Jika menggunakan asumsi operasi yang sama:
13 Nm³/jam × 8 jam = 104 Nm³/hari
Kemudian:
104 Nm³/hari × 26 hari = 2.704 Nm³/bulan
Ringkasannya:
| Periode | Estimasi LPG* |
|---|---|
| 1 jam | 13 Nm³ |
| 8 jam | 104 Nm³ |
| 26 hari × 8 jam | 2.704 Nm³ |
Angka natural gas, LPG dan light diesel tidak dapat dibandingkan langsung hanya berdasarkan angka volumenya karena satuan dan karakteristik energinya berbeda.
Untuk membuat perbandingan biaya bahan bakar boiler, sebaiknya gunakan harga energi aktual serta basis perhitungan yang konsisten.
Natural Gas, LPG atau Diesel untuk Boiler 500 kg/Jam?
Pemilihan bahan bakar untuk BEJO Vertical Steam Boiler 500 kg/jam sebaiknya tidak hanya didasarkan pada harga beli bahan bakar.
Perusahaan perlu mempertimbangkan ketersediaan supply, kontinuitas pasokan, infrastruktur bahan bakar di lokasi, persyaratan penyimpanan, biaya operasional dan konfigurasi burner yang digunakan.
Tabel berikut dapat digunakan sebagai gambaran data katalog:
| Bahan Bakar | Konsumsi pada Brosur |
|---|---|
| Natural Gas | 39 Nm³/jam |
| LPG | 13 Nm³/jam |
| Light Diesel | 33 kg/jam |
Brosur menyediakan ketiga angka tersebut, tetapi tidak memberikan analisis mana bahan bakar yang paling ekonomis. Penilaian tersebut membutuhkan harga energi dan kondisi instalasi aktual.
Kebutuhan Ruang BEJO Vertical Steam Boiler 500 kg/Jam
Selain kapasitas dan konsumsi bahan bakar, dimensi boiler menjadi parameter penting ketika merancang boiler room industri.
BEJO B-LSS kapasitas 500 kg/jam mempunyai overall dimension yang tercantum sebesar:
1.500 × 1.300 × 2.300 mm
dengan berat bersih:
1.660 kg. Bejo Vertical Steam Boiler
Dimensi tersebut menunjukkan ukuran unit boiler, bukan ukuran minimum ruang boiler.
Area instalasi tetap perlu memperhitungkan equipment pendukung serta ruang akses yang diperlukan untuk pengoperasian dan maintenance.
Apa Saja yang Perlu Dipertimbangkan dalam Layout Boiler Room?
Layout instalasi perlu memperhatikan posisi boiler dan kebutuhan sistem pendukung seperti burner, water inlet, steam outlet, blowdown piping, electrical/control system, feedwater system, fuel supply, chimney/flue, serta akses untuk pemeriksaan dan maintenance.
Ruang di sekitar boiler juga harus memungkinkan operator melakukan pekerjaan yang diperlukan tanpa terhalang equipment lain.
Karena berat bersih model 500 kg/jam tercantum sekitar 1.660 kg, kondisi lokasi instalasi dan kebutuhan support/fondasi perlu ditentukan berdasarkan engineering proyek.
3: Pabrik dengan Kebutuhan Steam 900 kg/Jam
Untuk melihat bagaimana pemilihan kapasitas berubah pada pabrik yang lebih besar, gunakan contoh fasilitas dengan kebutuhan 900 kg steam per jam.
Diasumsikan angka 900 kg/jam tersebut berasal dari hasil steam balance dan merupakan kebutuhan simultan yang perlu dilayani.
Dalam seri BEJO B-LSS terdapat model:
750 kg/jam dan 1.000 kg/jam.
Jika demand mencapai 900 kg/jam, model 750 kg/jam secara nominal berada di bawah kebutuhan.
Perhitungannya:
900 kg/jam – 750 kg/jam = 150 kg/jam
Dengan demikian, terdapat kekurangan kapasitas nominal sebesar 150 kg/jam apabila boiler 750 kg/jam dibandingkan langsung dengan demand 900 kg/jam.
Dalam kondisi asumsi tersebut, kapasitas berikutnya pada jajaran B-LSS adalah 1.000 kg/jam.
BEJO Vertical Steam Boiler 1 Ton/Jam
Model yang tercantum dalam brosur adalah:
B-LSS1-0.7-Y.Q
dengan rated steam capacity:
1.000 kg/jam atau 1 ton steam per jam.
Jika demand simulasi adalah 900 kg/jam:
1.000 – 900 = 100 kg/jam
Secara nominal, terdapat selisih kapasitas 100 kg/jam.
Dalam persentase terhadap demand:
100 ÷ 900 × 100 = sekitar 11,1%
Sama seperti studi kasus sebelumnya, persentase tersebut hanya menunjukkan perbandingan matematis antara rated capacity dan demand simulasi. Angka itu bukan penetapan engineering safety margin.
Spesifikasi BEJO Steam Boiler 1.000 kg/Jam
Menurut tabel spesifikasi B-LSS:
| Spesifikasi | BEJO B-LSS 1.000 kg/jam |
|---|---|
| Model | B-LSS1-0.7-Y.Q |
| Rated Steam Capacity | 1.000 kg/jam |
| Rated Working Pressure | 0,7 MPa |
| Saturated Steam Temperature | 171°C |
| Full Volume | 390 L |
| Light Diesel Consumption | 66 kg/jam |
| Natural Gas Consumption | 78 Nm³/jam |
| LPG Consumption | 26 Nm³/jam |
| Water Inlet | DN32 |
| Steam Outlet | DN65 |
| Overall Dimension | 1.750 × 1.400 × 2.650 mm |
| Net Weight | 3.150 kg |
Data tersebut merupakan spesifikasi yang tercantum pada brosur BEJO Vertical Oil/Gas-Fired Steam Boiler. Bejo Vertical Steam Boiler
Estimasi Konsumsi Gas Steam Boiler 1 Ton
Berdasarkan angka natural gas 78 Nm³/jam pada brosur, simulasi 8 jam menghasilkan:
78 × 8 = 624 Nm³/hari
Jika beroperasi 26 hari:
624 × 26 = 16.224 Nm³/bulan
Dengan asumsi matematis yang sama:
| Periode | Natural Gas* |
|---|---|
| 1 jam | 78 Nm³ |
| 8 jam | 624 Nm³ |
| 26 hari × 8 jam | 16.224 Nm³ |
Nilai 16.224 Nm³/bulan bukan klaim konsumsi aktual BEJO steam boiler 1 ton pada setiap instalasi. Nilai tersebut merupakan ekstrapolasi angka katalog dengan asumsi waktu operasi tertentu.
Mengapa Boiler 1 Ton Membutuhkan Perencanaan Utilitas yang Tepat?
Pada kapasitas 1.000 kg steam/jam, boiler harus dilihat sebagai bagian dari sistem utilitas pabrik secara keseluruhan.
Supply natural gas, LPG atau diesel harus sesuai dengan kebutuhan burner. Feedwater system harus mendukung kebutuhan boiler. Jalur steam perlu dirancang berdasarkan flow dan tekanan. Blowdown harus ditangani sesuai sistem yang digunakan. Flue gas juga harus dialirkan melalui chimney/exhaust yang sesuai.
Brosur B-LSS sendiri menjelaskan bahwa gas pembakaran bergerak melalui konstruksi internal boiler sebelum meninggalkan boiler melalui upper flue opening dan dibuang melalui chimney. Bejo Vertical Steam Boiler
Dengan demikian, keberhasilan instalasi steam boiler 1 ton untuk pabrik tidak hanya bergantung pada pemilihan unit boilernya, tetapi juga pada desain keseluruhan steam system.
Kesimpulan Pemilihan Boiler 500 kg/Jam dan 1 Ton/Jam
BEJO Vertical Steam Boiler 500 kg/jam dan BEJO Steam Boiler 1.000 kg/jam ditujukan untuk skala kebutuhan steam yang berbeda.
Dalam simulasi kebutuhan 450 kg/jam, unit 500 kg/jam mempunyai selisih kapasitas nominal 50 kg/jam. Sementara pada simulasi kebutuhan 900 kg/jam, unit 1.000 kg/jam mempunyai selisih kapasitas nominal 100 kg/jam.
Namun pemilihan boiler tidak boleh berhenti pada perhitungan tersebut.
Peak steam demand, startup load, operating pressure, jam operasi, fuel supply, feedwater, pressure drop, distribusi steam, chimney, ruang instalasi, maintenance dan rencana ekspansi perlu dimasukkan ke dalam evaluasi teknis.
Spesifikasi BEJO Steam Boiler 1 Ton
Menurut brosur, model 1.000 kg/jam mempunyai:
| Parameter | B-LSS 1.000 kg/jam |
|---|---|
| Rated Steam Capacity | 1.000 kg/jam |
| Rated Working Pressure | 0,7 MPa |
| Saturated Steam Temperature | 171°C |
| Full Volume | 390 L |
| Light Diesel Consumption | 66 kg/jam |
| Natural Gas Consumption | 78 Nm³/jam |
| LPG Consumption | 26 Nm³/jam |
| Water Inlet | DN32 |
| Steam Outlet | DN65 |
| Overall Dimension | 1.750 × 1.400 × 2.650 mm |
| Net Weight | 3.150 kg |
Dengan kapasitas nominal 1.000 kg/jam dan asumsi demand 900 kg/jam, terdapat selisih:
1.000 – 900 = 100 kg/jam. Bejo Vertical Steam Boiler
Namun selisih 100 kg/jam tersebut tidak otomatis dapat disebut sebagai “safety margin yang cukup”. Kecukupan margin perlu ditentukan dari karakteristik proses aktual.
Analisis Utilitas untuk Steam Boiler 1 Ton
Semakin besar kapasitas boiler, semakin penting untuk melihat boiler sebagai bagian dari steam system, bukan sebagai mesin yang berdiri sendiri.
Boiler 1 ton/jam membutuhkan dukungan sistem air, bahan bakar, electrical/control, steam distribution, blowdown dan exhaust yang sesuai.
Feedwater System
Untuk menghasilkan steam secara berkelanjutan, sistem harus mendapatkan supply feedwater yang sesuai.
Karena itu, engineering perlu mengevaluasi water treatment, feedwater supply, kualitas air dan komponen terkait berdasarkan persyaratan sistem aktual.
Brosur BEJO juga menyebut real-time water quality/exhaust temperature monitoring sebagai salah satu fitur proteksi seri B-LSS. Bejo Vertical Steam Boiler
Fuel Supply
Pada B-LSS 1.000 kg/jam, brosur mencantumkan natural gas consumption 78 Nm³/jam.
Fuel supply harus dirancang untuk mendukung kebutuhan burner pada kondisi operasi yang dipersyaratkan.
Hal yang sama berlaku apabila menggunakan light diesel atau LPG.
Bukan hanya jumlah bahan bakar yang perlu diperhatikan. Kondisi supply ke burner dan persyaratan sistem aktual juga harus mengikuti spesifikasi equipment.
Steam Distribution
Model 1.000 kg/jam memiliki steam outlet DN65 pada tabel brosur.
Namun DN65 pada outlet boiler tidak berarti seluruh steam piping di fasilitas otomatis harus menggunakan diameter yang sama.
Sizing steam pipe memerlukan perhitungan berdasarkan steam flow, pressure, pressure drop, panjang jalur, konfigurasi piping dan kebutuhan point of use.
Chimney dan Exhaust
Gas hasil pembakaran harus dialirkan melalui sistem exhaust/chimney yang dirancang sesuai unit dan kondisi instalasi.
Brosur menjelaskan bahwa gas hasil pembakaran pada konstruksi B-LSS akhirnya keluar melalui upper flue opening dan dibuang melalui chimney. Bejo Vertical Steam Boiler
Karena itu, chimney bukan sekadar aksesori. Sistem tersebut merupakan bagian dari keseluruhan instalasi boiler.
Perbandingan Tiga Simulasi Kebutuhan Steam
Agar lebih mudah memahami perbedaannya, berikut ringkasan tiga contoh tersebut.
| Aplikasi Simulasi | Kebutuhan/Peak | Model untuk Screening | Rated Capacity |
|---|---|---|---|
| Laundry Industri | 180 kg/jam | B-LSS0.2 | 200 kg/jam |
| Industri Makanan | Peak 450 kg/jam | B-LSS0.5 | 500 kg/jam |
| Pabrik kapasitas besar | 900 kg/jam | B-LSS1 | 1.000 kg/jam |
Tabel ini bukan tabel rekomendasi universal.
Fungsinya adalah menunjukkan bagaimana rated capacity dapat digunakan untuk menyaring model yang secara nominal berada di sekitar kebutuhan proses.
Setelah itu, engineering calculation tetap diperlukan.
Mengapa Steam Balance Penting Sebelum Membeli Boiler?
Steam balance merupakan salah satu tahapan penting sebelum menentukan kapasitas steam boiler.
Kesalahan yang sering terjadi adalah menjumlahkan seluruh kapasitas mesin tanpa memahami pola operasinya, atau sebaliknya hanya menggunakan konsumsi rata-rata tanpa memperhitungkan peak load.
Misalnya sebuah fasilitas memiliki empat pengguna steam:
Mesin A membutuhkan 70 kg/jam, mesin B 80 kg/jam, mesin C 60 kg/jam dan mesin D 90 kg/jam.
Jika semuanya bekerja pada demand tersebut secara bersamaan, totalnya adalah:
70 + 80 + 60 + 90 = 300 kg/jam.
Namun jika proses produksi memastikan mesin tidak semuanya mencapai beban tersebut secara bersamaan, actual simultaneous demand dapat berbeda.
Sebaliknya, beberapa equipment dapat mempunyai kebutuhan startup lebih tinggi daripada kebutuhan normal.
Itulah mengapa data operasi aktual jauh lebih berguna daripada sekadar jumlah mesin.
Average Load vs Peak Load pada Steam Boiler
Perbedaan antara average steam load dan peak steam load sangat penting dalam pemilihan boiler.
Average load menggambarkan kebutuhan rata-rata selama periode operasi tertentu.
Peak load menunjukkan demand tertinggi yang terjadi pada periode tertentu.
Sebagai contoh, fasilitas makanan pada simulasi sebelumnya mempunyai kebutuhan rata-rata 350 kg/jam dan peak 450 kg/jam.
Jika pemilihan hanya berdasarkan average load, seseorang mungkin melihat model 300 kg/jam sebagai kapasitas yang “hampir cukup”.
Padahal 300 kg/jam berada di bawah kebutuhan rata-rata 350 kg/jam dan lebih jauh lagi di bawah peak 450 kg/jam.
Karena itu, sizing steam boiler industri perlu menggunakan profil beban yang benar.
Pemilihan Bahan Bakar BEJO Vertical Steam Boiler
Salah satu informasi penting pada tabel spesifikasi B-LSS adalah tersedianya angka konsumsi untuk tiga jenis bahan bakar:
Light diesel, natural gas dan LPG.
Hal ini memungkinkan perusahaan membuat kajian awal berdasarkan ketersediaan energi di lokasi.
Namun bahan bakar termurah per satuan volume belum tentu menghasilkan biaya steam terendah.
Analisis perlu memperhatikan harga energi, basis nilai kalor, supply infrastructure, kondisi operasi, biaya penyimpanan jika ada dan faktor lain yang relevan.
Untuk proyek baru, analisis cost per unit of useful steam lebih informatif dibandingkan sekadar membandingkan harga satu liter atau satu meter kubik bahan bakar.
Keunggulan BEJO Vertical Steam Boiler untuk Aplikasi Industri
Berdasarkan brosur, B-LSS menggunakan konstruksi vertical water-tube oil/gas steam boiler dengan sistem water-tube through-flow dan vertical three-pass.
Produsen menyebut beberapa karakter utama produk.
High Efficiency dan Energy Saving
Brosur menyatakan penggunaan high-efficiency energy saver dengan thermal efficiency 95%.
Brosur juga mengaitkan rapid steam output dengan pengurangan steam loss. Angka efisiensi 95% perlu dipahami sebagai klaim produsen dalam dokumen produk yang tersedia. Bejo Vertical Steam Boiler
Desain Vertikal
Konfigurasi vertikal menjadi salah satu karakter fisik B-LSS.
Pada model 200 kg/jam, dimensi yang tercantum masih berada di sekitar 820–890 mm pada sisi panjang dan 720–780 mm pada sisi lebar, tergantung konfigurasi yang ditampilkan pada tabel.
Untuk fasilitas yang mempunyai keterbatasan ruang, footprint equipment menjadi salah satu parameter yang dapat dipertimbangkan bersama kebutuhan akses maintenance dan utilitas.
Fully Automatic Burner
Brosur menyebut penggunaan fully automatic burner sebagai main combustion equipment.
Automatic ignition digunakan untuk menghasilkan flame yang kemudian memasok energi panas ke sistem.
Human-Machine Interface
B-LSS juga disebut mempunyai dukungan human-machine interface.
Menurut brosur, sistem mendukung multi-machine group control, remote operation dan full-automatic operation, serta centralized management melalui intelligent terminals. Bejo Vertical Steam Boiler
Fitur aktual tetap perlu dikonfirmasi berdasarkan controller dan konfigurasi unit yang ditawarkan.
Sistem Proteksi BEJO B-LSS
Untuk boiler industri, kapasitas dan konsumsi bahan bakar bukan satu-satunya pertimbangan.
Sistem proteksi merupakan aspek penting.
Brosur BEJO mencantumkan Fivefold Protection, yaitu dual-mode pressure control mechanical/electronic, redundant overpressure protection dengan safety valves, real-time water quality/exhaust temperature monitoring, water shortage automatic flame failure protection, serta leakage interlocking power failure protection.
Fitur otomatis tersebut tetap harus disertai SOP, preventive maintenance, pemeriksaan perangkat keselamatan dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku pada lokasi instalasi.
Cara Memilih BEJO Vertical Steam Boiler Berdasarkan Kapasitas
Untuk tahap awal, calon pengguna dapat mengumpulkan data berikut sebelum meminta penawaran boiler:
- Total kebutuhan steam dalam kg/jam — hitung setiap equipment yang membutuhkan steam dan kondisi penggunaannya.
- Peak steam demand — tentukan kebutuhan maksimum ketika beberapa mesin bekerja bersamaan.
- Steam pressure — catat tekanan yang dibutuhkan pada point of use, bukan hanya pada boiler.
- Jam operasi — misalnya 8, 16 atau 24 jam per hari.
- Jenis bahan bakar — identifikasi ketersediaan natural gas, LPG atau light diesel.
- Kualitas feedwater — lakukan evaluasi kualitas air dan kebutuhan water treatment.
- Jarak boiler ke equipment — distribusi yang panjang memerlukan analisis pressure drop dan heat loss.
- Rencana ekspansi — pertimbangkan tambahan mesin atau peningkatan kapasitas produksi yang memang telah direncanakan.
Setelah informasi tersebut tersedia, pilihan model dapat dipersempit dari kapasitas B-LSS 50, 100, 150, 200, 300, 500, 750 atau 1.000 kg/jam. Bejo Vertical Steam Boiler
Kesimpulan Studi Kasus BEJO Vertical Steam Boiler
Ketiga simulasi di atas menunjukkan bahwa pemilihan BEJO Vertical Steam Boiler harus dimulai dari kebutuhan steam proses, bukan sekadar memilih kapasitas berdasarkan perkiraan.
Pada simulasi laundry dengan kebutuhan maksimum 180 kg/jam, B-LSS 200 kg/jam menjadi salah satu model yang dapat masuk tahap screening karena rated capacity-nya berada di atas angka tersebut. Namun peak demand dan kondisi proses tetap harus diverifikasi.
Pada simulasi industri makanan dengan kebutuhan rata-rata 350 kg/jam dan peak 450 kg/jam, model 300 kg/jam berada di bawah kebutuhan tersebut. B-LSS 500 kg/jam menjadi kapasitas berikutnya dalam seri yang dapat dievaluasi.
Sedangkan pada simulasi fasilitas dengan demand 900 kg/jam, model 750 kg/jam berada di bawah demand nominal, sementara B-LSS 1.000 kg/jam atau steam boiler 1 ton menjadi model berikutnya dalam rentang produk.
Berdasarkan brosur, seri B-LSS menawarkan pilihan kapasitas 50–1.000 kg/jam, rated working pressure 0,7 MPa, saturated steam temperature 171°C serta data konsumsi light diesel, natural gas dan LPG. Produk menggunakan desain vertical water-tube through-flow three-pass serta fully automatic burner. Bejo Vertical Steam Boiler
Bagi perusahaan yang sedang mencari steam boiler untuk laundry, steam boiler industri makanan, boiler gas industri, boiler LPG, boiler diesel, vertical steam boiler 500 kg/jam atau steam boiler 1 ton, spesifikasi katalog dapat digunakan sebagai tahap awal untuk menentukan kandidat model.
Keputusan akhir sebaiknya dibuat setelah steam balance, peak-load analysis, fuel analysis, feedwater requirement, steam distribution, ruang instalasi, chimney, maintenance access dan persyaratan keselamatan diperiksa berdasarkan kondisi proyek sebenarnya.
Dengan pendekatan tersebut, pemilihan boiler tidak hanya mengejar kapasitas yang “cukup besar”, tetapi diarahkan pada sistem steam yang sesuai dengan kebutuhan produksi dan kondisi operasional fasilitas.
Studi Banding: Vertical Boiler vs Boiler Konvensional
Karena brosur tidak memberikan data merek kompetitor, perbandingan berikut bersifat konseptual, bukan klaim bahwa BEJO selalu lebih baik daripada setiap boiler lain di pasar.
| Aspek | BEJO B-LSS Vertical | Boiler Konvensional Pembanding |
|---|---|---|
| Orientasi | Vertikal | Dapat vertikal/horizontal |
| Teknologi B-LSS | Water-tube through-flow | Tergantung desain |
| Jalur panas | Vertical three-pass | Tergantung tipe |
| Kapasitas seri | 50–1.000 kg/h | Tergantung produk |
| Rated pressure B-LSS | 0,7 MPa | Tergantung produk |
| Fuel pada tabel | Diesel, NG, LPG | Tergantung burner |
| Otomatisasi | Disebut mendukung full automatic | Tergantung sistem kontrol |
| Remote operation | Disebut didukung | Tergantung controller |
| Group control | Disebut didukung | Tergantung controller |
| Thermal efficiency | Brosur mengklaim 95% | Harus dibandingkan dengan data produk aktual |
| Footprint | Konsep vertikal | Tergantung konstruksi |
| Proteksi | Fivefold protection menurut brosur | Harus dibandingkan per produk |
Perbandingan yang benar untuk procurement sebaiknya menggunakan datasheet aktual dua produk pada kapasitas dan kondisi operasi yang setara.
Misalnya, BEJO B-LSS 500 kg/jam tidak ideal dibandingkan langsung dengan boiler pesaing 1.000 kg/jam lalu dinilai hanya dari konsumsi bahan bakar absolut.
Parameter yang dibandingkan seharusnya meliputi kapasitas steam, working pressure, steam condition, fuel type, efficiency dengan metode pengujian yang sebanding, konsumsi energi, footprint, berat, electrical load, startup characteristics, water requirement, burner turndown, control system, maintenance, spare parts dan total operating cost.
Mengapa Desain Three-Pass Penting?
Brosur secara khusus mendeskripsikan B-LSS sebagai vertical three-pass type.
Tujuan mendasar sistem perpindahan panas adalah memanfaatkan energi pembakaran untuk memanaskan air sebelum gas buang keluar menuju chimney.
Dalam B-LSS, gas panas tidak sekadar langsung meninggalkan ruang pembakaran. Jalurnya diarahkan melalui konstruksi internal sehingga terjadi perpindahan panas.
Brosur mengaitkan desain tersebut dengan high heat exchange efficiency, footprint kecil, instalasi mudah dan keselamatan tinggi. Bejo Vertical Steam Boiler
Untuk evaluasi proyek, parameter gas buang aktual tetap perlu diverifikasi saat commissioning.
Aspek Keselamatan Vertical Steam Boiler
Boiler merupakan pressure equipment sehingga keselamatan tidak boleh hanya didasarkan pada otomatisasi.
Brosur B-LSS memang mencantumkan beberapa mekanisme keselamatan, termasuk pressure control, safety valve, water-shortage protection dan leakage interlocking.
Namun operator tetap harus menjalankan prosedur pemeriksaan sebelum startup.
Kondisi water supply perlu dipastikan normal. Valve harus berada pada posisi sesuai SOP. Fuel supply harus diperiksa. Indikator tekanan dan safety devices perlu berada dalam kondisi layak.
Selain itu, burner, jalur gas atau bahan bakar, electrical system, chimney dan ventilasi ruang boiler memerlukan pemeriksaan dan pemeliharaan sesuai jadwal.
Catatan Penting Mengenai Klaim “No Inspection Required”
Pada halaman 3, brosur mempunyai bagian “No inspection required”.
Dokumen menjelaskan bahwa berdasarkan standar yang disebut sebagai “Boiler Safety Technical Regulations (Amendment No. 1)”, boiler dengan total volume kurang dari 50 liter disebut tidak membutuhkan boiler usage permit.
Klaim tersebut tidak boleh otomatis dianggap sebagai ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.
Brosur yang diberikan tidak menunjukkan bahwa pengecualian tersebut merupakan ketentuan K3 atau perizinan Indonesia. Karena itu, untuk instalasi di Indonesia, pemilik/operator tetap perlu memverifikasi klasifikasi, inspeksi, sertifikasi dan persyaratan legal yang berlaku kepada pihak berwenang atau tenaga ahli terkait.
Ini penting khususnya karena beberapa model B-LSS pada tabel bahkan mempunyai full volume jauh di atas 50 liter.
Bagaimana Memilih Kapasitas BEJO Boiler?
Kesalahan umum ketika membeli boiler adalah memilih hanya berdasarkan kapasitas mesin terbesar.
Yang perlu dihitung sebenarnya adalah total steam demand simultan.
Sebagai contoh, apabila sebuah pabrik mempunyai lima equipment yang masing-masing menggunakan 50 kg/jam, belum tentu boiler yang dibutuhkan tepat 250 kg/jam.
Jika kelima mesin bekerja bersamaan, kebutuhan nominal memang mencapai 250 kg/jam. Namun jika hanya tiga mesin yang biasanya beroperasi bersamaan, profil bebannya berbeda.
Sebaliknya, apabila semua mesin start bersamaan dan membutuhkan steam lebih besar ketika heating-up, peak load dapat menjadi faktor penentu.
Karena itu, sebelum menentukan apakah membutuhkan BEJO 200, 300, 500, 750 atau 1.000 kg/jam, buatlah steam balance.
Data yang idealnya dikumpulkan mencakup jumlah mesin pengguna steam, konsumsi steam setiap mesin, tekanan yang dibutuhkan, operating hours, simultaneous factor, peak load, startup load, panjang distribusi steam dan rencana penambahan equipment.
Menghitung Estimasi Konsumsi Gas
Sebagai ilustrasi sederhana, boiler 500 kg/jam pada tabel mempunyai konsumsi natural gas 39 Nm³/jam.
Jika diasumsikan boiler beroperasi pada kondisi yang sesuai dengan angka tersebut selama 8 jam:
39 Nm³/jam × 8 jam = 312 Nm³
Jadi angka teoritis sederhananya adalah 312 Nm³ untuk delapan jam operasi pada asumsi konsumsi tersebut.
Untuk 26 hari operasi:
312 × 26 = 8.112 Nm³/bulan.
Ini bukan jaminan konsumsi gas aktual. Perhitungan hanya merupakan ekstrapolasi matematis dari angka konsumsi nominal brosur.
Biaya bulanan selanjutnya dapat dihitung:
Biaya gas = konsumsi gas bulanan × tarif gas aktual.
Pendekatan yang sama dapat digunakan untuk membandingkan skenario bahan bakar, selama satuan, nilai kalor, tarif dan kondisi supply diperhitungkan dengan benar.
Maintenance BEJO Vertical Steam Boiler
Desain otomatis tidak berarti boiler bebas maintenance.
Program maintenance idealnya mengikuti manual resmi unit dan burner aktual.
Secara operasional, perhatian biasanya diberikan pada kondisi burner dan combustion system, water system, valve, safety devices, sensor, control panel, piping, electrical connection, chimney dan sistem blowdown.
Kualitas feedwater juga sangat penting.
Deposit atau scale pada permukaan perpindahan panas dapat mengganggu heat transfer. Karena brosur menyebut adanya real-time water-quality monitoring, parameter tersebut merupakan bagian yang secara eksplisit diperhatikan dalam desain kontrol B-LSS.
Maintenance yang disiplin juga membantu mempertahankan kestabilan operasi serta mendeteksi masalah sebelum berkembang menjadi downtime.
Tentu. Untuk bagian ini, lebih baik jangan hanya menyebut “bisa untuk berbagai industri”, tetapi masukkan jenis industri + fungsi steam + intent pencarian calon pembeli. Ada satu catatan: brosur BEJO Vertical B-LSS yang Anda unggah mencantumkan kapasitas 50–1.000 kg/jam, bukan 100–4.000 kg/jam.
BEJO Boiler untuk Industri Apa?
BEJO Vertical Steam Boiler dapat dipertimbangkan untuk berbagai kebutuhan industri yang menggunakan saturated steam sebagai sumber panas dalam proses produksi. Seri B-LSS pada brosur tersedia dalam kapasitas 50–1.000 kg steam per jam, sehingga pemilihan model dapat disesuaikan dengan kebutuhan steam masing-masing fasilitas. Bejo Vertical Steam Boiler
Penggunaan steam di setiap industri berbeda. Ada proses yang membutuhkan steam untuk pemanasan, cooking, washing, sanitasi, sterilisasi, drying, pressing, heat exchanger, maupun sebagai sumber panas untuk peralatan produksi lainnya. Karena itu, kapasitas boiler sebaiknya ditentukan berdasarkan steam demand aktual, bukan hanya berdasarkan jenis industrinya.
1. Industri Makanan dan Minuman
Pada industri makanan dan minuman, steam dapat digunakan sebagai sumber panas untuk berbagai proses, tergantung konfigurasi pabrik.
Contohnya meliputi pemanasan bahan, cooking, hot-water generation, cleaning, sanitasi, dan pemanasan melalui steam jacket atau heat exchanger.
Pemilihan kapasitas BEJO Boiler untuk industri makanan perlu mempertimbangkan berapa mesin yang menggunakan steam secara bersamaan dan berapa kebutuhan steam saat produksi mencapai beban puncak.
2. Industri Laundry
Steam boiler untuk laundry umumnya berfungsi menyediakan steam bagi peralatan yang memang menggunakan steam, seperti sistem pressing atau equipment laundry tertentu.
Untuk laundry dengan kebutuhan relatif kecil, seri B-LSS menyediakan kapasitas mulai 50, 100, 150 dan 200 kg/jam. Untuk kebutuhan yang lebih besar tersedia pilihan 300, 500, 750 sampai 1.000 kg/jam. Bejo Vertical Steam Boiler
Kapasitas tidak boleh dipilih hanya berdasarkan jumlah mesin. Konsumsi steam masing-masing equipment dan kemungkinan penggunaan secara bersamaan harus dihitung.
3. Industri Tekstil dan Garment
Pada fasilitas tekstil atau garment yang menggunakan steam, boiler dapat menjadi sumber energi panas untuk equipment dan proses yang memerlukan steam.
Kebutuhan aktual dapat sangat berbeda antara satu fasilitas dengan fasilitas lainnya. Karena itu, steam boiler untuk industri tekstil perlu dipilih berdasarkan total konsumsi steam per jam, operating pressure dan pola produksi.
4. Industri Farmasi dan Kosmetik
Fasilitas farmasi atau kosmetik dapat mempunyai proses yang membutuhkan steam sebagai sumber pemanasan atau untuk sistem tertentu.
Namun persyaratan kualitas steam dapat berbeda berdasarkan proses. Jika aplikasi membutuhkan clean steam atau pure steam, persyaratannya harus dianalisis secara khusus dan tidak boleh diasumsikan sama dengan industrial saturated steam biasa.
5. Industri Kimia
Pada industri kimia, steam dapat digunakan sebagai utility untuk proses pemanasan, termasuk melalui reactor jacket, vessel atau heat exchanger jika sistem produksinya memang dirancang menggunakan steam.
Material, tekanan, temperatur dan karakteristik proses harus diperiksa sebelum menentukan boiler dan sistem distribusi steam.
6. Industri Packaging
Beberapa fasilitas packaging mempunyai mesin atau proses yang membutuhkan sumber panas dari steam.
Dalam kasus seperti ini, compact vertical steam boiler dapat dievaluasi terutama ketika kebutuhan steam berada dalam rentang kapasitas seri B-LSS dan ruang instalasi menjadi pertimbangan.
7. Industri Pengolahan Hasil Pertanian
Pabrik pengolahan hasil pertanian juga dapat menggunakan steam untuk proses yang membutuhkan energi panas, seperti pemanasan, cooking atau drying pada sistem yang dirancang menggunakan steam.
Besarnya boiler harus disesuaikan dengan kapasitas produksi dan konsumsi steam aktual peralatan.
8. Industri Karet dan Proses Manufaktur
Pada proses manufaktur tertentu, steam digunakan sebagai sumber panas untuk equipment produksi.
Jika kebutuhan tersebut berada pada rentang 50–1.000 kg/jam, seri BEJO B-LSS dapat masuk dalam tahap evaluasi teknis. Final selection tetap memerlukan pengecekan pressure, steam consumption dan karakteristik proses.
Bagaimana Memilih BEJO Boiler Sesuai Industri?
Nama industri saja belum cukup untuk menentukan kapasitas boiler.
Sebagai contoh, dua pabrik makanan dapat membutuhkan kapasitas boiler yang sangat berbeda meskipun menghasilkan produk yang hampir sama. Perbedaannya dapat berasal dari kapasitas produksi, jumlah mesin, operating hours dan jumlah equipment yang bekerja secara bersamaan.
Sebelum menentukan BEJO Vertical Steam Boiler 100 kg/jam, 300 kg/jam, 500 kg/jam atau 1 ton/jam, beberapa data utama perlu dihitung:
Steam demand (kg/jam) menentukan jumlah steam yang dibutuhkan seluruh equipment.
Operating pressure menentukan kebutuhan tekanan steam pada proses atau point of use.
Peak steam demand menunjukkan kebutuhan tertinggi ketika beberapa mesin menggunakan steam secara bersamaan.
Operating hours diperlukan untuk memperkirakan konsumsi energi harian maupun bulanan.
Jenis bahan bakar perlu disesuaikan dengan supply yang tersedia. Brosur B-LSS memberikan data konsumsi untuk light diesel, natural gas dan LPG. Bejo Vertical Steam Boiler
Feedwater quality juga perlu diperhatikan karena kondisi air berpengaruh terhadap sistem boiler dan program water treatment.
Setelah parameter tersebut diketahui, kapasitas boiler dapat diseleksi dengan lebih tepat.
Tabel Aplikasi BEJO Vertical Steam Boiler
| Sektor Industri | Contoh Kebutuhan Steam* | Parameter Utama Pemilihan |
|---|---|---|
| Food & Beverage | Heating, cooking, sanitasi | Steam demand, pressure, hygiene |
| Laundry | Equipment steam, pressing | Jumlah mesin, peak load |
| Tekstil & Garment | Heating/process equipment | Steam demand, jam produksi |
| Farmasi/Kosmetik | Process heating | Kualitas steam, pressure |
| Kimia | Jacket/heating/heat exchanger | Temperatur, pressure, material |
| Packaging | Process heating | Load equipment |
| Agro-processing | Cooking, heating, drying | Kapasitas produksi |
| Manufaktur | Process heating | Peak load, pressure |
*Contoh aplikasi bersifat umum dan harus disesuaikan dengan proses aktual fasilitas; brosur BEJO yang diunggah tidak memberikan daftar aplikasi industri spesifik.
Mengapa BEJO Vertical Steam Boiler Menarik untuk Kebutuhan Industri?
Seri B-LSS memiliki beberapa karakteristik yang relevan ketika mengevaluasi boiler untuk kebutuhan industri.
Brosur menyebut konstruksi vertical water-tube through-flow, vertical three-pass, fully automatic burner, rapid steam output, human-machine interface serta kemampuan full-automatic operation. Produsen juga menyatakan thermal efficiency 95% dengan high-efficiency energy saver. Angka efisiensi tersebut merupakan klaim dalam brosur produk. Bejo Vertical Steam Boiler
Rentang kapasitas yang terdiri dari 50, 100, 150, 200, 300, 500, 750 dan 1.000 kg/jam juga memungkinkan pengguna memilih kapasitas berdasarkan kebutuhan steam aktual.
Keunggulan Utama BEJO B-LSS dalam Satu Tabel
| Keunggulan | Keterangan dari Brosur |
|---|---|
| Kapasitas luas | 50–1.000 kg steam/jam |
| Desain | Vertical water-tube through-flow |
| Heat-flow configuration | Vertical three-pass |
| Tekanan nominal | 0,7 MPa |
| Temperatur saturated steam | 171°C |
| Efficiency | Diklaim 95% |
| Fuel | Light diesel, natural gas, LPG tercantum pada tabel |
| Burner | Fully automatic |
| Kontrol | Human-machine interface |
| Multi-unit | Mendukung group control menurut brosur |
| Remote | Remote operation disebut tersedia |
| Operation | Full-automatic operation |
| Safety | Fivefold protection |
| Footprint | Desain vertikal/space-saving |
| Kapasitas terbesar | 1.000 kg/jam |
FAQ BEJO Vertical Steam Boiler – Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apa itu BEJO Vertical Steam Boiler?
BEJO Vertical Steam Boiler adalah boiler steam vertikal seri B-LSS dengan konstruksi vertical water-tube, through-flow, three-pass yang menggunakan burner otomatis. Boiler ini dirancang untuk menghasilkan saturated steam dan tersedia dalam kapasitas mulai dari 50 kg/jam hingga 1.000 kg/jam.
Seri B-LSS dapat dipertimbangkan untuk kebutuhan proses industri yang memerlukan sumber steam dengan desain vertikal dan pilihan kapasitas yang beragam.
Berapa kapasitas BEJO Vertical Steam Boiler?
BEJO Vertical Oil/Gas-Fired Steam Boiler seri B-LSS tersedia dalam 8 pilihan kapasitas, yaitu:
50 kg/jam, 100 kg/jam, 150 kg/jam, 200 kg/jam, 300 kg/jam, 500 kg/jam, 750 kg/jam, dan 1.000 kg/jam.
Pilihan kapasitas yang luas memudahkan pengguna menyesuaikan boiler dengan kebutuhan steam aktual di fasilitas produksi.
Berapa kapasitas terkecil BEJO Vertical Steam Boiler?
Kapasitas terkecil adalah 50 kg steam/jam dengan model B-LSS0.05-0.7-Y.Q.
Menurut tabel spesifikasi, model ini mempunyai rated working pressure 0,7 MPa, saturated steam temperature 171°C, water inlet DN15, steam outlet DN15, serta berat bersih sekitar 230 kg.
kapasitas terbesar BEJO Vertical Steam Boiler?
Kapasitas terbesar pada seri yang tercantum dalam brosur adalah 1.000 kg/jam atau 1 ton steam per jam, yaitu model B-LSS1-0.7-Y.Q.
Model ini memiliki steam outlet DN65, water inlet DN32, full volume 390 liter dan berat bersih sekitar 3.150 kg.
tekanan kerja BEJO Vertical Steam Boiler?
Seluruh model B-LSS yang tercantum dalam tabel mempunyai rated working pressure 0,7 MPa.
Tekanan operasional dan setting aktual boiler harus mengikuti konfigurasi unit, manual teknis, commissioning serta kebutuhan proses. Rated pressure pada brosur tidak boleh digunakan sebagai dasar untuk mengubah setting safety valve atau pressure control secara sembarangan.
Berapa temperatur steam BEJO Boiler?
Brosur mencantumkan saturated steam temperature 171°C untuk seri B-LSS pada rated working pressure yang tercantum.
Apakah BEJO Vertical Steam Boiler bisa menggunakan natural gas?
Ya. Brosur mencantumkan natural gas sebagai salah satu pilihan bahan bakar dan memberikan angka konsumsi untuk setiap kapasitas.
Sebagai contoh, konsumsi natural gas yang tercantum adalah 7,8 Nm³/jam untuk model 100 kg/jam, 39 Nm³/jam untuk 500 kg/jam, dan 78 Nm³/jam untuk 1.000 kg/jam.
Konsumsi aktual di lapangan dapat berbeda tergantung beban, kondisi pembakaran, kualitas bahan bakar, setting burner dan kondisi operasi.
Apakah BEJO Steam Boiler bisa menggunakan LPG?
Ya. LPG juga tercantum pada tabel fuel consumption.
Konsumsi LPG yang ditampilkan pada brosur berkisar dari 1,6 Nm³/jam pada kapasitas 50 kg/jam hingga 26 Nm³/jam pada kapasitas 1.000 kg/jam.
Apakah BEJO Vertical Boiler bisa menggunakan diesel?
Ya. Brosur menyediakan data light diesel consumption.
Konsumsi yang tercantum mulai dari 3,2 kg/jam pada boiler 50 kg/jam, 33 kg/jam pada boiler 500 kg/jam, hingga 66 kg/jam pada boiler 1.000 kg/jam.
Berapa efisiensi BEJO Vertical Steam Boiler?
Produsen menyatakan thermal efficiency 95% dengan penggunaan high-efficiency energy saver. Brosur juga menyebut rapid steam output sebagai salah satu karakteristik produk.
Angka 95% merupakan klaim spesifikasi yang tercantum dalam brosur BEJO.
Bagaimana cara kerja BEJO Vertical Steam Boiler?
BEJO B-LSS menggunakan konstruksi vertical water-tube through-flow dengan three-pass configuration.
Burner otomatis menghasilkan panas pembakaran. Gas panas bergerak melalui jalur perpindahan panas di dalam boiler sebelum keluar melalui flue dan diteruskan menuju chimney.
Konfigurasi tersebut dirancang untuk meningkatkan proses perpindahan panas sekaligus mempertahankan konstruksi boiler yang vertikal.
Apakah BEJO Vertical Steam Boiler sudah otomatis?
Menurut brosur, B-LSS menggunakan fully automatic burner dan mendukung full-automatic operation.
Produk juga dilengkapi human-machine interface (HMI) untuk mendukung pengoperasian dan pengelolaan sistem.
Apakah BEJO Boiler mendukung remote operation?
Ya. Brosur menyebut dukungan terhadap remote operation, multi-machine group control dan centralized management melalui intelligent terminals.
Fitur aktual yang tersedia sebaiknya dikonfirmasi berdasarkan konfigurasi control system pada unit yang dipesan.
Apa saja sistem keamanan BEJO Vertical Steam Boiler?
Brosur menyebut konsep Fivefold Protection, yang terdiri dari dual-mode pressure control mechanical/electronic, redundant overpressure protection dengan safety valves, real-time water quality/exhaust temperature monitoring, water-shortage automatic flame failure protection, serta leakage interlocking power failure protection.
Sistem proteksi otomatis tetap harus didukung prosedur operasi, inspeksi dan maintenance yang sesuai.
Apakah BEJO Vertical Steam Boiler dilengkapi safety valve?
Ya. Safety valve disebut secara eksplisit sebagai bagian dari redundant overpressure protection pada seri B-LSS.
Ukuran safety valve berbeda berdasarkan kapasitas dan konfigurasi model.
Apa keunggulan desain vertical steam boiler?
Salah satu karakter utama desain vertikal adalah penggunaan ruang lantai yang relatif ringkas. Brosur BEJO sendiri menonjolkan small floor space, easy installation, high heat exchange efficiency dan high safety sebagai karakteristik seri B-LSS.
Sebagai contoh, model 300 kg/jam mempunyai dimensi sekitar 950 × 820 × 2.000 mm, sedangkan model 500 kg/jam sekitar 1.500 × 1.300 × 2.300 mm.
Boiler BEJO apa yang cocok untuk kebutuhan 100 kg steam per jam?
BEJO menyediakan B-LSS0.1-0.7-Y.Q dengan rated steam capacity 100 kg/jam.
Model tersebut memiliki steam outlet DN20 dan konsumsi bahan bakar yang tercantum sebesar 6,6 kg/jam light diesel, 7,8 Nm³/jam natural gas, atau 3,3 Nm³/jam LPG.
Namun pemilihan kapasitas final sebaiknya mempertimbangkan peak steam demand dan faktor operasional.
Boiler BEJO apa yang cocok untuk kebutuhan 300 kg steam per jam?
Untuk kapasitas nominal tersebut tersedia B-LSS0.3-0.7-Y.Q dengan rated steam capacity 300 kg/jam.
Model ini mempunyai water inlet DN25, steam outlet DN32, dimensi sekitar 950 × 820 × 2.000 mm dan berat bersih sekitar 690 kg.
Apakah tersedia BEJO Steam Boiler 500 kg/jam?
Ya. Model B-LSS0.5-0.7-Y.Q mempunyai rated steam capacity 500 kg/jam.
Spesifikasi yang tercantum meliputi working pressure 0,7 MPa, saturated steam temperature 171°C, natural gas consumption 39 Nm³/jam, light diesel consumption 33 kg/jam, LPG consumption 13 Nm³/jam dan steam outlet DN40.
Apakah tersedia steam boiler BEJO 1 ton?
Ya. B-LSS1-0.7-Y.Q mempunyai rated capacity 1.000 kg steam/jam atau 1 ton/jam.
Berdasarkan brosur, model ini memiliki konsumsi natural gas 78 Nm³/jam, light diesel 66 kg/jam dan LPG 26 Nm³/jam.
Bagaimana menentukan kapasitas steam boiler yang tepat?
Jangan memilih boiler hanya berdasarkan kapasitas maksimum pada katalog. Kapasitas ideal perlu mempertimbangkan total steam demand, simultaneous load, peak demand, tekanan steam yang dibutuhkan, jam operasi, kehilangan pada distribusi dan kemungkinan ekspansi produksi.
Kesimpulan
BEJO Vertical Oil/Gas-Fired Steam Boiler seri B-LSS menawarkan rentang kapasitas mulai dari 50, 100, 150, 200, 300, 500, 750 hingga 1.000 kg steam per jam dengan rated working pressure 0,7 MPa dan saturated steam temperature 171°C.
Konstruksinya menggunakan vertical water-tube through-flow dengan three-pass configuration. Brosur juga menonjolkan fully automatic burner, human-machine interface, remote operation, multi-machine group control serta sistem proteksi berlapis.
Dari sisi energi, produsen mengklaim thermal efficiency 95%, sementara tabel memberikan data konsumsi light diesel, natural gas dan LPG untuk setiap kapasitas. Bejo Vertical Steam Boiler
Kombinasi desain vertikal, pilihan kapasitas yang luas, otomatisasi, rapid steam output, opsi bahan bakar dan sistem proteksi menjadi karakter utama seri B-LSS.
Namun pemilihan boiler sebaiknya tidak hanya didasarkan pada kapasitas katalog. Steam balance, peak load, tekanan pada point of use, kualitas air, fuel supply, distribusi steam, chimney, ruang instalasi, maintenance serta persyaratan keselamatan dan regulasi setempat tetap harus diperhitungkan.
Dengan engineering dan sizing yang tepat, BEJO B-LSS dapat dievaluasi sebagai solusi compact steam generation untuk fasilitas yang membutuhkan kapasitas hingga 1 ton steam per jam.
PT Indira Mitra Boiler
Office: (021) 352 95874
WhatsApp: +62 813-8866-6204 (Ratman Bejo)
www.indiramitraboiler.co.id
www.burner.co.id
info@indira.co.id
idmratman@gmail.com
Workshop: Tangerang – Indonesia
https://www.youtube.com/@Bejoburnerindonesia

