BEJO Electric Thermal Oil Heater
CATALOG – BEJO Thermal Oil Heaters Electric
Video ini menerangkan BEJO Electric Thermal Oil Heater kapasitas 20–2.000 kW, yaitu sistem pemanas fluida termal menggunakan elemen listrik untuk menghasilkan panas yang stabil, bersih, dan efisien tanpa proses pembakaran.
Sistem ini terdiri dari electric heater, circulation pump, expansion tank, control panel, filter, safety valve, temperature sensor, serta jaringan pipa sirkulasi. Thermal oil dipanaskan di dalam heater, kemudian dialirkan menuju mesin produksi atau heating coil. Setelah panasnya digunakan, thermal oil kembali ke heater untuk dipanaskan ulang dalam siklus tertutup.
BEJO Electric Thermal Oil Heater cocok digunakan untuk:
- Oven dan mesin pengering
- Reaktor dan mixing tank
- Pemanasan tangki minyak atau bahan kimia
- Industri makanan dan minuman
- Industri tekstil, farmasi, plastik, dan petrokimia
- Aplikasi yang membutuhkan temperatur stabil dan presisi
Keunggulan sistem ini meliputi kontrol temperatur otomatis, tidak menghasilkan asap pembakaran, pengoperasian relatif senyap, perawatan lebih sederhana, dan efisiensi konversi listrik menjadi panas yang tinggi. Sistem dapat dirancang bertahap atau modulasi agar daya heater menyesuaikan kebutuhan proses.
Supply, instalasi, commissioning, dan layanan teknis oleh PT Indira Mitra Boiler
📞 Konsultasi dan pemesanan: 0813-8866-6204
Sistem Pemanas Listrik Efisiensi Tinggi untuk Aplikasi Industri


BEJO Electric Thermal Oil Heater adalah sistem pemanas fluida termal (thermal oil) yang menggunakan energi listrik sebagai sumber panas untuk menghasilkan temperatur yang stabil, bersih, dan presisi tanpa proses pembakaran. Berbeda dengan thermal oil heater berbahan bakar gas, solar, atau minyak berat yang menggunakan burner, sistem ini memanfaatkan elemen pemanas listrik (Electric Immersion Heater) untuk memanaskan oli termal yang bersirkulasi dalam sistem tertutup (closed loop).
Oli termal yang telah dipanaskan kemudian dipompa menuju peralatan proses seperti reaktor, heat exchanger, tangki penyimpanan, oven industri, rotary dryer, mesin laminasi, hingga mesin pengolahan makanan, kemudian kembali ke unit pemanas untuk dipanaskan kembali secara terus-menerus.
BEJO Electric Thermal Oil Heater mampu menghasilkan temperatur kerja hingga 300–350°C dengan tekanan operasi yang rendah, sehingga menjadi alternatif yang lebih aman dibandingkan sistem boiler uap untuk berbagai proses industri bersuhu tinggi.
Cara Kerja BEJO Electric Thermal Oil Heater
BEJO Electric Thermal Oil Heater bekerja menggunakan prinsip Indirect Heating System (Sistem Pemanasan Tidak Langsung), yaitu memanfaatkan elemen pemanas listrik (Electric Heating Element) untuk memanaskan thermal oil yang kemudian disirkulasikan ke mesin proses melalui sistem perpipaan tertutup (Closed Loop System). Sistem ini mampu menghasilkan temperatur hingga 350°C dengan tekanan operasi yang rendah sehingga lebih aman dibandingkan sistem boiler uap.
Diagram Cara Kerja Electric Thermal Oil Heater
⚡ Sumber Listrik 380 Volt 3 Phase
⬇
Electric Heating Element
⬇
Thermal Oil Dipanaskan
⬇
Pompa Sirkulasi Thermal Oil
⬇
Heat Exchanger / Reactor / Oven / Dryer
⬇
Thermal Oil Kembali ke Heater
⬇
Sirkulasi Berulang (Closed Loop)
Proses Kerja Electric Thermal Oil Heater
| Tahapan | Proses | Fungsi |
|---|---|---|
| 1. Power Supply | Panel menerima suplai listrik 380V. | Menyuplai energi ke elemen pemanas. |
| 2. Heating Element | Elemen listrik menghasilkan panas. | Mengubah energi listrik menjadi energi panas. |
| 3. Thermal Oil | Thermal oil menyerap panas. | Media penghantar panas. |
| 4. Circulation Pump | Pompa mengalirkan thermal oil. | Menjaga distribusi panas tetap stabil. |
| 5. Process Equipment | Thermal oil memanaskan mesin proses. | Transfer panas tanpa kontak langsung. |
| 6. Return Line | Thermal oil kembali ke heater. | Dipanaskan kembali secara terus menerus. |
Perhitungan Kapasitas Electric Thermal Oil Heater
Pemilihan kapasitas Electric Thermal Oil Heater harus disesuaikan dengan kebutuhan panas proses agar sistem bekerja secara efisien, hemat energi, dan memiliki umur pakai yang panjang. Berikut contoh perhitungan teknik yang umum digunakan pada berbagai aplikasi industri.
Contoh Studi Perhitungan
Data Proses
- Massa Material = 2.000 kg
- Kalor Jenis (Cp) = 0,50 kcal/kg°C
- Temperatur Awal = 40°C
- Temperatur Akhir = 180°C
- ΔT = 140°C
Perhitungan Kebutuhan Panas
Q = m × Cp × ΔT
= 2.000 × 0,50 × 140
= 140.000 kcal
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Kebutuhan Panas | 140.000 kcal |
| Konversi | 1 kW = 860 kcal/jam |
| Kapasitas Heater | 162,8 kW |
| Rekomendasi Unit | BEJO Electric Thermal Oil Heater 180 kW |
Estimasi Waktu Pemanasan
Keunggulan BEJO Electric Thermal Oil Heater
BEJO Electric Thermal Oil Heater menawarkan berbagai keunggulan dibandingkan sistem pemanas konvensional berbahan bakar gas, solar, maupun minyak berat. Dengan teknologi pemanas listrik modern, sistem ini mampu menghasilkan panas yang stabil, efisien, dan ramah lingkungan untuk berbagai aplikasi industri.
1. Efisiensi Pemanasan Tinggi
Elemen pemanas listrik mengubah energi listrik menjadi energi panas secara langsung dengan kehilangan panas yang sangat rendah. Hal ini menghasilkan efisiensi pemanasan yang tinggi dan membantu menjaga kestabilan temperatur proses.
2. Tanpa Asap dan Emisi Pembakaran
Karena tidak menggunakan proses pembakaran, sistem ini tidak menghasilkan asap, jelaga, maupun emisi gas buang di lokasi penggunaan. Kondisi kerja menjadi lebih bersih dan nyaman, serta mendukung lingkungan produksi yang lebih higienis.
3. Tidak Memerlukan Burner dan Cerobong Asap
BEJO Electric Thermal Oil Heater tidak membutuhkan burner, cerobong asap, tangki bahan bakar, maupun sistem gas train. Instalasi menjadi lebih sederhana dan kebutuhan ruang dapat diminimalkan.
4. Kontrol Temperatur Sangat Presisi
Dilengkapi dengan PID Digital Temperature Controller, sistem mampu mempertahankan temperatur oli termal secara otomatis dengan tingkat akurasi yang tinggi. Hal ini sangat penting untuk proses produksi yang memerlukan kestabilan suhu.
5. Tekanan Kerja Rendah
Berbeda dengan boiler uap yang bekerja pada tekanan tinggi, thermal oil heater beroperasi pada tekanan rendah meskipun mampu menghasilkan temperatur hingga 350°C. Sistem ini memberikan tingkat keamanan yang lebih baik serta mengurangi risiko operasional.
6. Operasi Senyap
Tanpa proses pembakaran dan tanpa suara blower burner, unit bekerja dengan tingkat kebisingan yang rendah sehingga menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman.
7. Desain Kompak dan Mudah Dipasang
Konstruksi yang ringkas memudahkan pemasangan di area produksi dengan ruang terbatas. Sistem juga dapat diintegrasikan dengan berbagai mesin industri tanpa memerlukan perubahan instalasi yang rumit.
8. Perawatan Lebih Mudah
Karena tidak memiliki komponen pembakaran seperti burner, nozzle, ignition electrode, flame detector, atau filter bahan bakar, kebutuhan perawatan menjadi lebih sederhana dan biaya pemeliharaan dapat ditekan.
9. Distribusi Panas Lebih Merata
Oli termal bersirkulasi secara terus-menerus melalui pompa sirkulasi sehingga panas tersebar secara merata ke seluruh sistem. Hal ini membantu meningkatkan kualitas proses dan mengurangi fluktuasi temperatur.
10. Operasi Otomatis dengan Sistem Proteksi Lengkap
BEJO Electric Thermal Oil Heater dilengkapi berbagai perangkat keselamatan, seperti:
- PID Digital Temperature Controller
- High Limit Safety Thermostat
- Flow Switch
- Pressure Gauge
- Temperature Sensor (PT100 atau Thermocouple)
- Safety Relief Valve
- Alarm dan Proteksi Over Temperature
- Proteksi Overload Motor Pompa
- Emergency Stop
Seluruh sistem bekerja secara otomatis untuk menjaga keamanan dan keandalan selama operasi.
11. Ramah Lingkungan
Tanpa pembakaran langsung, sistem ini membantu mengurangi emisi di area pabrik dan mendukung penerapan teknologi pemanasan yang lebih bersih. Solusi ini sangat sesuai untuk industri makanan, farmasi, laboratorium, elektronik, dan sektor lain yang mengutamakan kebersihan serta keberlanjutan lingkungan.
12. Cocok untuk Berbagai Aplikasi Industri
BEJO Electric Thermal Oil Heater dirancang untuk memenuhi kebutuhan pemanasan tidak langsung (indirect heating) pada berbagai sektor industri. Dengan kemampuan menghasilkan temperatur hingga 350°C pada tekanan rendah, sistem ini menjadi solusi yang aman, efisien, dan stabil untuk proses produksi yang membutuhkan kontrol suhu yang akurat.
Industri Makanan dan Minuman
Digunakan untuk proses pemasakan, penggorengan, pemanasan tangki, evaporator, heat exchanger, pengeringan, serta berbagai mesin produksi makanan dan minuman yang memerlukan sumber panas yang stabil.
Coffee Roaster
Menyediakan panas yang konsisten untuk mesin sangrai kopi (coffee roasting machine), afterburner, serta sistem pengering kopi sehingga menghasilkan kualitas roasting yang lebih seragam.
Industri Farmasi
Cocok untuk pemanasan reaktor, tangki pencampur, heat exchanger, dan proses produksi obat yang memerlukan kontrol temperatur yang presisi dan lingkungan kerja yang bersih.
Industri Kimia
Digunakan pada reaktor kimia, tangki proses, pemanas pipa (pipeline heating), heat exchanger, serta berbagai proses yang membutuhkan pemanasan fluida secara tidak langsung.
Pemanas Reaktor (Reactor Heating)
Mampu menjaga temperatur reaksi secara stabil sehingga meningkatkan efisiensi proses kimia, resin, perekat (adhesive), cat, tinta, dan berbagai produk berbasis polimer.
Heat Exchanger
Sebagai sumber panas untuk plate heat exchanger maupun shell and tube heat exchanger dalam berbagai aplikasi industri.
Tangki Penyimpanan (Storage Tank Heating)
Digunakan untuk menjaga viskositas dan temperatur berbagai jenis cairan seperti minyak sawit (CPO), minyak nabati, aspal, resin, oli, lilin (wax), bitumen, dan bahan kimia lainnya agar tetap mudah dipompa.
Oven Pengering (Drying Oven)
Sangat sesuai untuk oven industri yang membutuhkan distribusi panas merata, seperti oven curing, oven pengering, powder coating oven, serta proses pengeringan komponen logam maupun non-logam.
Mesin Laminasi
Memberikan panas yang stabil pada roller laminasi untuk industri kemasan fleksibel, percetakan, dan plastik sehingga menghasilkan kualitas laminasi yang konsisten.
Industri Plastik dan Karet
Digunakan pada mesin ekstrusi, molding, kalender, vulkanisasi, tangki pencampur, dan berbagai proses manufaktur plastik maupun karet yang memerlukan temperatur tinggi.
Industri Tekstil
Sebagai sumber panas untuk mesin dyeing, drying, finishing, stenter, calender, serta proses pengeringan kain dan benang.
Industri Kayu dan Furniture
Digunakan pada veneer dryer, wood drying kiln, hot press, laminasi kayu, dan berbagai proses pengeringan maupun pengepresan kayu.
Industri Kelapa Sawit (Palm Oil)
Cocok untuk pemanasan CPO, RBD Oil, tangki penyimpanan, heat exchanger, refinery, deodorizer, serta proses pengolahan minyak sawit lainnya.
Industri Biodiesel dan Biofuel
Digunakan untuk pemanasan reaktor, tangki penyimpanan, proses esterifikasi, transesterifikasi, serta pemanasan jalur pipa.
Industri Aspal dan Bitumen
Menyediakan panas untuk tangki aspal, asphalt mixing plant (AMP), pipa transfer bitumen, dan sistem penyimpanan bahan bakar berat.
Sistem Pemanas Proses Industri Lainnya
BEJO Electric Thermal Oil Heater juga dapat diaplikasikan pada berbagai proses industri lainnya yang membutuhkan pemanasan tidak langsung dengan temperatur tinggi, efisiensi energi, dan kontrol suhu yang presisi.
Dengan fleksibilitas aplikasi yang luas, BEJO Electric Thermal Oil Heater menjadi solusi ideal bagi industri yang mengutamakan keamanan, efisiensi energi, kualitas proses, dan kemudahan perawatan.
Dengan kombinasi efisiensi energi, kontrol temperatur yang presisi, keamanan tinggi, dan biaya perawatan yang rendah, BEJO Electric Thermal Oil Heater menjadi pilihan ideal bagi industri yang membutuhkan sistem pemanas modern tanpa proses pembakaran.
Komponen Utama BEJO Electric Thermal Oil Heater
BEJO Electric Thermal Oil Heater dirancang sebagai sistem pemanas oli termal yang lengkap, aman, dan andal untuk kebutuhan proses industri. Seluruh komponen bekerja secara terintegrasi guna menghasilkan distribusi panas yang stabil, efisien, serta mudah dioperasikan dan dirawat.
1. Electric Heating Vessel (Tabung Pemanas Listrik)
Electric Heating Vessel merupakan ruang utama tempat elemen pemanas listrik dipasang. Di dalam tabung ini, oli termal dipanaskan secara langsung oleh elemen pemanas sebelum dialirkan ke sistem proses. Bejana dibuat dari baja karbon (Carbon Steel) atau baja tahan karat (Stainless Steel) sesuai kebutuhan aplikasi dan dirancang untuk tahan terhadap temperatur tinggi.
2. Stainless Steel Immersion Heating Element
Elemen pemanas listrik berfungsi mengubah energi listrik menjadi energi panas yang kemudian ditransfer ke oli termal. Material stainless steel dipilih karena memiliki ketahanan terhadap temperatur tinggi, korosi, serta umur pakai yang panjang. Kapasitas elemen dapat disesuaikan mulai dari puluhan hingga ratusan kilowatt.
3. Pompa Sirkulasi Thermal Oil
Pompa sirkulasi bertugas mengalirkan oli termal dari heater menuju peralatan proses seperti heat exchanger, reaktor, tangki, maupun oven industri. Setelah melepaskan panas, oli kembali ke heater untuk dipanaskan kembali sehingga membentuk sistem sirkulasi tertutup (closed loop).
4. Expansion Tank
Expansion Tank berfungsi menampung perubahan volume oli akibat pemuaian ketika temperatur meningkat. Tangki ini menjaga tekanan sistem tetap stabil, mengurangi risiko overpressure, serta mempermudah proses pengisian dan pemeriksaan level oli.
5. Control Panel Otomatis
Panel kontrol merupakan pusat pengoperasian seluruh sistem. Di dalam panel terdapat komponen kelistrikan seperti MCB, MCCB, kontaktor, relay, PLC (opsional), HMI (opsional), indikator, alarm, serta sistem proteksi yang mengontrol seluruh proses pemanasan secara otomatis.
6. PID Digital Temperature Controller
PID (Proportional–Integral–Derivative) Temperature Controller mengatur daya elemen pemanas secara otomatis berdasarkan temperatur yang dibaca sensor. Teknologi PID menghasilkan kontrol suhu yang lebih akurat, stabil, dan hemat energi dibandingkan sistem ON/OFF biasa.
7. High Limit Safety Thermostat
Safety Thermostat merupakan sistem pengaman yang akan memutus suplai listrik ke elemen pemanas apabila temperatur oli melebihi batas maksimum yang telah ditentukan, sehingga mencegah overheating dan melindungi peralatan.
8. Flow Switch
Flow Switch mendeteksi aliran oli termal di dalam pipa. Jika pompa berhenti atau aliran oli terganggu, sistem akan menghentikan pemanasan secara otomatis untuk melindungi elemen pemanas dari kerusakan akibat kondisi tanpa aliran (dry heating).
9. Pressure Gauge
Pressure Gauge digunakan untuk memantau tekanan kerja sistem thermal oil secara real-time sehingga operator dapat mengetahui kondisi operasi dengan mudah.
10. Temperature Sensor (PT100 atau Thermocouple)
Sensor temperatur dipasang pada jalur oli untuk mengukur temperatur fluida secara akurat. Data dari sensor digunakan oleh PID Controller untuk mengatur daya pemanas secara otomatis sehingga temperatur proses tetap stabil.
11. Safety Relief Valve
Safety Relief Valve merupakan katup pengaman yang akan membuka secara otomatis apabila tekanan sistem melebihi batas aman. Komponen ini memberikan perlindungan tambahan terhadap kemungkinan tekanan berlebih akibat gangguan sistem.
12. Sistem Perpipaan Thermal Oil
Sistem perpipaan menghubungkan heater dengan seluruh peralatan proses. Pipa dirancang agar mampu menahan temperatur tinggi, meminimalkan kehilangan panas, serta memastikan distribusi oli berlangsung lancar dan efisien.
13. Isolation Valve
Isolation Valve digunakan untuk mengisolasi bagian tertentu dari sistem saat dilakukan perawatan atau perbaikan tanpa harus menghentikan seluruh instalasi.
14. Air Vent Valve
Air Vent Valve berfungsi mengeluarkan udara yang terjebak di dalam sistem perpipaan selama proses pengisian maupun operasi. Udara yang terbuang membantu menjaga sirkulasi oli tetap optimal.
15. Drain Valve
Drain Valve digunakan untuk menguras oli termal ketika dilakukan penggantian fluida, pembersihan sistem, maupun pekerjaan perawatan berkala.
16. Thermal Oil Filter (Opsional)
Filter thermal oil berfungsi menyaring partikel kotoran, kerak, atau kontaminan yang terbawa oleh oli sehingga kualitas fluida tetap terjaga dan umur pompa serta komponen sistem menjadi lebih panjang.
17. Rockwool Insulation
Seluruh badan heater dilapisi dengan insulasi Rockwool berkepadatan tinggi untuk mengurangi kehilangan panas ke lingkungan, meningkatkan efisiensi energi, serta menjaga temperatur permukaan luar tetap lebih aman bagi operator.
18. Cover Galvanis atau Stainless Steel
Lapisan luar menggunakan plat galvanis atau stainless steel sebagai pelindung insulasi sekaligus memberikan tampilan yang rapi, kuat, tahan korosi, dan sesuai untuk lingkungan industri.
Sistem Keselamatan Terintegrasi
BEJO Electric Thermal Oil Heater dirancang dengan sistem keselamatan (Safety System) yang lengkap untuk memastikan proses pemanasan berlangsung secara aman, stabil, dan andal. Seluruh perangkat proteksi bekerja secara otomatis untuk melindungi elemen pemanas, pompa sirkulasi, thermal oil, serta peralatan proses dari potensi kerusakan akibat kondisi operasi yang tidak normal.
1. PID Digital Temperature Controller
PID (Proportional-Integral-Derivative) Digital Temperature Controller berfungsi mengontrol temperatur thermal oil secara otomatis dengan tingkat akurasi yang tinggi. Sistem ini mengatur daya elemen pemanas sesuai kebutuhan sehingga temperatur tetap stabil, mengurangi fluktuasi suhu, serta meningkatkan efisiensi energi.
2. High Limit Safety Thermostat
Safety Thermostat merupakan sistem pengaman independen yang akan memutus suplai listrik ke elemen pemanas apabila temperatur oli melebihi batas maksimum yang telah ditentukan. Fitur ini mencegah overheating yang dapat merusak thermal oil maupun komponen sistem.
3. Flow Switch Protection
Flow Switch memonitor aliran thermal oil yang dihasilkan oleh pompa sirkulasi. Apabila aliran berhenti akibat kerusakan pompa, penyumbatan pipa, atau kekurangan oli, sistem akan menghentikan elemen pemanas secara otomatis untuk mencegah kerusakan akibat pemanasan tanpa sirkulasi.
4. Pressure Gauge
Pressure Gauge digunakan untuk memantau tekanan sistem secara real-time. Dengan indikator tekanan yang mudah dibaca, operator dapat mengetahui kondisi operasi dan mendeteksi perubahan tekanan sejak dini.
5. Temperature Sensor (PT100 atau Thermocouple)
Sensor temperatur dipasang pada jalur oli untuk mengukur temperatur aktual secara akurat. Data dari sensor digunakan oleh PID Controller sebagai dasar pengaturan daya pemanas sehingga temperatur proses tetap sesuai dengan nilai yang diinginkan.
6. Safety Relief Valve
Safety Relief Valve merupakan katup pengaman yang akan membuka secara otomatis apabila tekanan sistem melebihi batas aman. Katup ini melindungi bejana dan perpipaan dari risiko tekanan berlebih.
7. Over Temperature Protection
Fitur ini memberikan perlindungan tambahan terhadap kenaikan temperatur yang tidak normal. Apabila temperatur melebihi batas yang telah diprogram, sistem akan menghentikan pemanasan dan mengaktifkan alarm untuk mencegah kerusakan pada thermal oil maupun peralatan proses.
8. Over Current Protection
Panel kontrol dilengkapi proteksi arus lebih untuk melindungi elemen pemanas, kabel, dan komponen listrik dari gangguan akibat beban listrik yang berlebihan atau hubungan singkat (short circuit).
9. Motor Overload Protection
Motor pompa sirkulasi dilindungi oleh Thermal Overload Relay atau Motor Protection Circuit Breaker (MPCB). Apabila motor mengalami beban berlebih, sistem akan memutus suplai listrik secara otomatis sehingga mencegah kerusakan motor.
10. Phase Failure Protection
Untuk sistem listrik tiga fasa, Phase Failure Protection akan mendeteksi kehilangan salah satu fasa, ketidakseimbangan tegangan, atau urutan fasa yang salah. Sistem akan menghentikan operasi guna melindungi motor dan elemen pemanas.
11. Emergency Stop (E-Stop)
Tombol Emergency Stop memungkinkan operator menghentikan seluruh sistem secara cepat dalam kondisi darurat. Tombol ini mudah dijangkau dan dirancang sesuai standar keselamatan industri.
12. Alarm Indikator Gangguan
Panel kontrol dilengkapi indikator lampu dan alarm yang memberikan informasi mengenai kondisi operasi maupun gangguan sistem, seperti:
- Temperatur tinggi (High Temperature Alarm)
- Kegagalan aliran thermal oil (Flow Failure)
- Gangguan pompa sirkulasi
- Gangguan sensor temperatur
- Gangguan listrik atau kehilangan fasa
- Overload motor
- Overcurrent
- Sistem berhenti karena proteksi keselamatan
Dengan adanya alarm ini, operator dapat segera melakukan pemeriksaan dan tindakan korektif sehingga waktu henti (downtime) dapat diminimalkan.
Keunggulan Sistem Keselamatan BEJO Electric Thermal Oil Heater
- Operasi otomatis dengan tingkat keamanan tinggi.
- Melindungi elemen pemanas dan thermal oil dari overheating.
- Menjaga pompa sirkulasi tetap bekerja dalam kondisi aman.
- Mengurangi risiko kerusakan akibat gangguan listrik.
- Meningkatkan keandalan dan umur pakai peralatan.
- Mempermudah pemantauan melalui indikator dan alarm.
- Mengurangi potensi downtime dan biaya perawatan.
Dengan sistem keselamatan yang terintegrasi, BEJO Electric Thermal Oil Heater memberikan solusi pemanas industri yang aman, efisien, andal, dan mudah dioperasikan, sehingga sangat sesuai untuk berbagai aplikasi proses yang membutuhkan temperatur tinggi dengan kontrol yang presisi.
Dengan kombinasi komponen berkualitas tinggi dan sistem proteksi yang lengkap, BEJO Electric Thermal Oil Heater mampu memberikan performa pemanasan yang efisien, stabil, aman, dan sesuai untuk berbagai aplikasi industri yang memerlukan temperatur tinggi hingga 350°C.
Prinsip Kerja
Elemen pemanas listrik mengubah energi listrik menjadi energi panas yang kemudian diserap oleh oli termal di dalam tabung pemanas. Pompa sirkulasi mengalirkan oli panas menuju peralatan proses sehingga panas dapat ditransfer secara tidak langsung.
Setelah melewati peralatan proses, oli kembali ke unit heater untuk dipanaskan kembali. Proses ini berlangsung secara terus-menerus dalam sistem tertutup sehingga menghasilkan temperatur yang stabil dan efisien.
Sistem kontrol PID akan memonitor temperatur oli secara otomatis dan mengatur daya pemanas sesuai kebutuhan sehingga konsumsi energi menjadi lebih efisien.
Spesifikasi Umum
Parameter |
Spesifikasi |
|---|---|
| Kapasitas Pemanas | 20 – 1000 kW |
| Media Pemanas | Thermal Oil Mineral / Synthetic |
| Temperatur Maksimum | 350°C |
| Tekanan Kerja | Low Pressure |
| Sumber Listrik | 380–415 Volt, 3 Phase, 50 Hz |
| Sistem Kontrol | PID Digital Automatic |
| Metode Pemanasan | Electric Resistance Heating |
| Efisiensi Sistem | Hingga ±95–99% pada titik penggunaan |
Aplikasi Industri BEJO Electric Thermal Oil Heater
BEJO Electric Thermal Oil Heater merupakan sistem pemanas tidak langsung (indirect heating system) yang dirancang untuk menghasilkan temperatur tinggi hingga 350°C dengan tekanan kerja rendah. Sistem ini sangat cocok digunakan pada berbagai sektor industri yang membutuhkan sumber panas yang stabil, bersih, efisien, dan mudah dikontrol.
1. Industri Makanan dan Minuman
Digunakan untuk proses pemasakan, penggorengan, pemanasan tangki, evaporator, heat exchanger, mesin pengering, oven industri, serta berbagai proses produksi makanan dan minuman yang memerlukan temperatur stabil dan higienis.
2. Coffee Roaster
Menyediakan panas yang konsisten untuk mesin sangrai kopi (Coffee Roasting Machine), afterburner, thermal oxidizer, serta sistem pengering kopi sehingga menghasilkan kualitas roasting yang lebih merata dan konsisten.
3. Industri Kakao
Digunakan pada proses roasting biji kakao, pemanasan tangki cokelat cair, conching machine, heat exchanger, serta proses pengolahan cokelat lainnya yang membutuhkan kontrol temperatur yang presisi.
4. Industri Farmasi
Sangat sesuai untuk pemanasan reaktor, tangki pencampur, heat exchanger, sterilizer, serta berbagai proses produksi obat-obatan yang membutuhkan suhu stabil dan lingkungan kerja yang bersih.
5. Industri Kimia
Digunakan pada reaktor kimia, tangki pencampur, heat exchanger, pemanas jalur pipa (Pipeline Heating), serta proses produksi resin, cat, tinta, perekat (adhesive), solvent, dan berbagai bahan kimia lainnya.
6. Pemanas Reaktor (Reactor Heating)
Memberikan distribusi panas yang merata pada jacket reactor maupun coil reactor sehingga temperatur reaksi tetap stabil dan kualitas produk meningkat.
7. Pemanas Tangki Penyimpanan (Storage Tank Heating)
Menjaga temperatur berbagai jenis cairan agar tetap berada pada viskositas yang ideal, seperti:
- Crude Palm Oil (CPO)
- Minyak Goreng
- Biodiesel
- Wax
- Resin
- Bitumen
- Aspal
- Oli Industri
- Molasses
- Bahan Kimia Cair
8. Heat Exchanger
Sebagai sumber panas untuk Plate Heat Exchanger maupun Shell & Tube Heat Exchanger dalam berbagai proses pemanasan fluida industri.
9. Industri Aspal
Digunakan untuk pemanasan Asphalt Mixing Plant (AMP), tangki penyimpanan aspal, pipa transfer bitumen, serta sistem pemanas bahan baku aspal sehingga material tetap mudah dipompa dan diolah.
10. Industri Plastik
Menyuplai panas pada mesin ekstrusi, injection molding, blow molding, kalender plastik, laminasi plastik, serta berbagai proses manufaktur plastik yang membutuhkan temperatur tinggi dan stabil.
11. Industri Karet
Digunakan untuk proses vulkanisasi, pemanasan compound rubber, kalender karet, mesin press, dan berbagai proses manufaktur produk karet.
12. Industri Tekstil
Sebagai sumber panas untuk mesin dyeing, stenter, calender, drying machine, finishing line, serta proses pengeringan kain dan benang.
13. Industri Percetakan
Digunakan pada mesin printing, laminating, coating, drying, curing, serta proses pengeringan tinta yang membutuhkan temperatur yang konsisten.
14. Mesin Laminasi
Memberikan panas yang stabil pada roller laminasi sehingga menghasilkan kualitas laminasi yang lebih baik untuk industri kemasan fleksibel, plastik, aluminium foil, dan kertas.
15. Oven Pengering (Drying Oven)
Sangat cocok digunakan pada berbagai jenis oven industri seperti:
- Drying Oven
- Curing Oven
- Baking Oven
- Industrial Oven
- Conveyor Oven
- Batch Oven
Distribusi panas yang merata membantu meningkatkan kualitas produk dan efisiensi proses pengeringan.
16. Powder Coating Oven
Digunakan sebagai sumber panas untuk proses curing cat powder coating pada komponen logam, aluminium, baja, otomotif, furnitur, dan berbagai produk manufaktur.
17. Biodiesel Plant
Menyuplai panas pada proses esterifikasi, transesterifikasi, pemanasan reaktor, heat exchanger, tangki penyimpanan, serta jalur perpipaan biodiesel.
18. Industri Kelapa Sawit
Digunakan pada berbagai proses pengolahan minyak sawit, antara lain:
- Pemanasan CPO
- Storage Tank Heating
- Heat Exchanger
- Refinery
- Deodorizer
- Fractionation
- Jalur Perpipaan CPO
- Tangki Timbun
19. Pemanas Oli Hidrolik
Menjaga temperatur oli hidrolik agar tetap berada pada viskositas kerja yang optimal sehingga meningkatkan efisiensi sistem hidrolik pada mesin industri.
20. Sistem Pemanas Laboratorium
Digunakan sebagai sumber panas untuk peralatan penelitian, pilot plant, reaktor laboratorium, heat exchanger skala kecil, serta berbagai aplikasi riset yang membutuhkan temperatur tinggi dengan kontrol yang akurat.
21. Industri Kayu dan Furniture
BEJO Electric Thermal Oil Heater juga banyak digunakan pada industri kayu untuk:
- Veneer Dryer
- Wood Drying Kiln
- Hot Press
- Laminasi Kayu
- Plywood Manufacturing
- MDF & Particle Board
- Furniture Manufacturing
22. Industri Pakan Ternak
Sebagai sumber panas untuk:
- Rotary Dryer
- Steam Conditioner
- Feed Processing
- Oil Heating
- Heat Exchanger
- Mesin Pengering Pakan
23. Industri Energi dan Manufaktur
Sistem ini juga dapat digunakan pada:
- Heat Recovery System
- Process Heating
- Pilot Plant
- OEM Machine Builder
- Mesin Industri Khusus
- Sistem Pemanas Kustom
Solusi Pemanas untuk Berbagai Industri
Dengan pilihan kapasitas mulai dari 20 kW hingga lebih dari 1.000 kW, BEJO Electric Thermal Oil Heater dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap pelanggan. Sistem ini menjadi solusi ideal bagi industri yang membutuhkan temperatur tinggi, kontrol suhu yang presisi, efisiensi energi, serta operasi yang aman dan ramah lingkungan, tanpa menggunakan sistem pembakaran langsung.
Mengapa Memilih BEJO Electric Thermal Oil Heater?
BEJO Electric Thermal Oil Heater merupakan solusi pemanas industri modern yang dirancang untuk menghasilkan panas yang stabil, efisien, dan ramah lingkungan tanpa menggunakan sistem pembakaran. Dibandingkan dengan thermal oil heater berbahan bakar gas atau solar, sistem pemanas listrik menawarkan kontrol temperatur yang lebih presisi, operasi yang lebih senyap, serta biaya perawatan yang lebih rendah karena tidak memerlukan burner, gas train, cerobong asap, maupun sistem bahan bakar.
Didukung oleh PT Indira Mitra Boiler, setiap unit diproduksi sesuai standar industri dan dapat dirancang secara khusus berdasarkan kapasitas pemanasan, temperatur proses, serta kebutuhan aplikasi pelanggan. Selain itu, tersedia layanan engineering, fabrikasi, instalasi, commissioning, pelatihan operator, hingga layanan purna jual untuk memastikan sistem bekerja secara optimal selama masa operasional.
Pemanas Reaktor Industri Kimia
Kondisi Awal
Sebuah perusahaan kimia menggunakan burner diesel untuk memanaskan thermal oil heater berkapasitas 100 kW. Sistem tersebut menghadapi beberapa kendala:
- Suhu thermal oil berfluktuasi ±15°C.
- Biaya perawatan burner cukup tinggi.
- Produksi harus dihentikan saat servis burner.
- Area produksi menghasilkan asap dan kebisingan.
Solusi
Sistem diganti menggunakan BEJO Electric Thermal Oil Heater 100 kW dengan kontrol PID otomatis.
Hasil
- Stabilitas temperatur meningkat menjadi ±1°C.
- Tidak ada lagi asap pembakaran.
- Biaya maintenance burner menjadi nol.
- Produk lebih konsisten.
- Lingkungan kerja lebih bersih dan nyaman.
- Efisiensi proses meningkat.
Coffee Roaster Premium
Kondisi Awal
Sebuah produsen kopi spesialti membutuhkan sistem pemanas yang mampu menghasilkan temperatur stabil untuk mesin roasting.
Permasalahan sebelumnya:
- Nyala burner berubah-ubah.
- Profil roasting tidak konsisten.
- Aroma kopi sering berubah.
Solusi
Menggunakan BEJO Electric Thermal Oil Heater sebagai sumber panas tidak langsung (Indirect Heating).
Hasil
- Temperatur roasting lebih stabil.
- Profil roasting dapat diulang dengan akurat.
- Tidak ada kontaminasi asap pembakaran.
- Kualitas kopi meningkat.
- Konsumsi energi lebih mudah dikontrol.
Industri Farmasi
Kondisi Awal
Proses pemanasan reaktor membutuhkan temperatur 180°C dengan toleransi maksimal ±2°C.
Solusi
BEJO Electric Thermal Oil Heater dilengkapi:
- PID Controller
- PT100 Sensor
- High Limit Safety
- Flow Switch
Hasil
- Temperatur stabil.
- Batch produksi lebih konsisten.
- Risiko overheating menurun.
- Memenuhi standar kualitas produksi farmasi.
Studi Banding
Electric Thermal Oil Heater vs Gas Thermal Oil Heater
| Parameter | BEJO Electric TOH | Gas TOH |
|---|---|---|
| Sumber Panas | Listrik | Gas Alam/LPG |
| Burner | Tidak diperlukan | Diperlukan |
| Gas Train | Tidak | Ya |
| Cerobong Asap | Tidak | Ya |
| Emisi Pembakaran | Tidak ada di lokasi penggunaan | Ada |
| Kebisingan | Sangat rendah | Sedang |
| Kontrol Temperatur | Sangat presisi (PID) | Presisi, bergantung pada tuning burner |
| Perawatan | Rendah | Lebih tinggi |
| Instalasi | Lebih sederhana | Lebih kompleks |
| Keselamatan | Tinggi | Tinggi, dengan sistem pembakaran |
| Investasi Awal | Umumnya lebih rendah untuk kapasitas kecil-menengah | Lebih ekonomis untuk kapasitas besar |
| Biaya Operasional | Bergantung pada tarif listrik | Bergantung pada harga gas |
Studi Banding
Electric Thermal Oil Heater vs Steam Boiler
| Parameter | Electric Thermal Oil Heater | Steam Boiler |
|---|---|---|
| Tekanan Kerja | Rendah | Tinggi |
| Temperatur Maksimum | Hingga 350°C | Terbatas oleh tekanan operasi |
| Media Pemanas | Thermal Oil | Uap Air |
| Risiko Korosi | Rendah | Lebih tinggi |
| Water Treatment | Tidak diperlukan | Diperlukan |
| Blowdown | Tidak ada | Ada |
| Efisiensi Proses | Tinggi | Baik, bergantung pada sistem |
| Kontrol Temperatur | Sangat stabil | Lebih sulit untuk aplikasi tertentu |
| Perawatan | Lebih sederhana | Lebih kompleks |
| Sertifikasi Operator | Umumnya lebih sederhana | Mengikuti ketentuan boiler yang berlaku |
Kapan Sebaiknya Memilih Electric Thermal Oil Heater?
BEJO Electric Thermal Oil Heater sangat direkomendasikan apabila:
- Tersedia pasokan listrik yang memadai.
- Membutuhkan temperatur yang sangat stabil.
- Proses produksi sensitif terhadap fluktuasi suhu.
- Area produksi harus bersih tanpa asap pembakaran.
- Ingin mengurangi perawatan sistem burner.
- Kapasitas pemanasan berada pada skala kecil hingga menengah.
- Mengutamakan operasi yang senyap dan ramah lingkungan.
Sebaliknya, untuk kebutuhan panas yang sangat besar (misalnya beberapa megawatt) atau lokasi dengan harga listrik yang jauh lebih mahal dibandingkan gas alam, thermal oil heater berbahan bakar gas sering kali menjadi pilihan yang lebih ekonomis dari sisi biaya operasional.
Kesimpulan
BEJO Electric Thermal Oil Heater merupakan solusi ideal bagi industri yang membutuhkan temperatur tinggi hingga 350°C, kontrol suhu yang presisi, operasi yang bersih, serta perawatan yang sederhana. Dengan dukungan engineering dari PT Indira Mitra Boiler, sistem dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap pelanggan, mulai dari kapasitas kecil hingga besar, lengkap dengan layanan desain, fabrikasi, instalasi, commissioning, pelatihan operator, dan layanan purna jual. Pemilihan antara sistem listrik dan sistem berbahan bakar gas sebaiknya mempertimbangkan kebutuhan proses, kapasitas panas, serta biaya energi yang berlaku di lokasi instalasi.
PT Indira Mitra Boiler
Industrial Heating System Specialist
Office:Emerald Residence Sepatan Ruko 8i, Kosambi Tangerang
Phone: (021) 352 95874
WhatsApp : +62 813-8866-6204 (Ratman Bejo)
Workshop : Tangerang – Indonesia
Website : www.indiramitraboiler.co.id
Website : www.burner.co.id
Email : info@indira.co.id | idmratman@gmail.com
YouTube : https://www.youtube.com/@Bejoburnerindonesia




