Burner Industri BEJO – Supply & Service Ready Stock Indonesia
Burner industri merupakan komponen penting dalam sistem pembakaran seperti boiler, furnace, dan thermal oil heater. BEJO Burner menghadirkan solusi lengkap mulai dari penyediaan unit, instalasi, hingga service dengan dukungan teknisi berpengalaman di seluruh Indonesia.
Apa Itu Burner Industri?
Burner industri adalah alat yang digunakan untuk mencampur bahan bakar dan udara untuk menghasilkan pembakaran yang efisien dan stabil. Penggunaan burner industri sangat penting untuk menjaga efisiensi energi dan kestabilan proses produksi.
Keunggulan Burner Industri BEJO
- Efisiensi pembakaran tinggi
- Nyala api stabil
- Sistem safety lengkap
- Mudah perawatan
- Spare part mudah didapat
- Ready stock seluruh Indonesia
Jenis Burner Industri yang Tersedia
- Gas Burner – untuk efisiensi tinggi dan emisi rendah
- Diesel Burner – cocok untuk area tanpa jaringan gas
- Dual Fuel Burner – fleksibel gas & solar
Aplikasi Burner Industri
Burner industri BEJO digunakan untuk berbagai kebutuhan:
- Steam Boiler
- Thermal Oil Heater
- Hot Water Boiler
- Furnace & Dryer
- Oven Industri
Jasa Instalasi & Commissioning Burner
Kami menyediakan layanan lengkap mulai dari pemasangan hingga test commissioning untuk memastikan burner industri bekerja optimal dan aman.
- Instalasi mekanikal & elektrikal
- Setting rasio udara & bahan bakar
- Pengujian safety system
- Uji performa burner
Spare Part Burner Industri Ready Stock
Kami menyediakan berbagai spare part burner industri:
- Ignition electrode & transformer
- Flame sensor / photocell
- Solenoid valve
- Nozzle burner
- Control panel & relay
Studi Kasus Penggantian Spare Part Burner Industri pada Steam Boiler 2 TPH
Spare part burner industri merupakan komponen penting yang berpengaruh langsung terhadap keandalan sistem pembakaran. Kerusakan pada salah satu komponen dapat menyebabkan burner gagal start, lockout, pembakaran tidak sempurna, hingga berhentinya proses produksi.
Studi Kasus Penggantian Spare Part Burner Industri pada Steam Boiler 2 TPH
Sistem burner memiliki peran penting dalam menjaga kontinuitas produksi pada industri makanan dan minuman. Kerusakan pada komponen burner dapat menyebabkan boiler berhenti beroperasi, tekanan steam tidak stabil, dan proses produksi terganggu. Berikut salah satu studi kasus penanganan burner industri yang dilakukan oleh tim teknisi di lapangan.
Informasi Proyek
- Lokasi Proyek: Kawasan Industri Jababeka, Cikarang
- Aplikasi: Fire Tube Steam Boiler
- Kapasitas Boiler: 2 Ton Steam/Jam
- Kapasitas Burner: 1.500 kW
- Bahan Bakar: Solar (HSD)
- Jenis Industri: Industri Makanan dan Minuman
Latar Belakang Permasalahan
Boiler digunakan selama 24 jam untuk mendukung proses produksi. Operator melaporkan burner sering mengalami lockout saat start-up dan terkadang mati mendadak saat boiler sedang beroperasi. Kondisi ini menyebabkan tekanan steam turun dan mengganggu jadwal produksi pabrik.
Selain itu, terlihat asap hitam pada cerobong saat burner beroperasi. Hal ini menunjukkan proses pembakaran tidak berlangsung secara sempurna dan berpotensi meningkatkan konsumsi bahan bakar solar.
Hasil Inspeksi Lapangan
Tim teknisi melakukan pemeriksaan pada sistem pembakaran, panel kontrol, sistem bahan bakar, serta komponen keselamatan burner. Dari hasil inspeksi ditemukan beberapa komponen yang sudah mengalami penurunan performa akibat usia pakai dan kondisi operasional yang berat.
- Ignition electrode mengalami keausan pada ujung elektroda.
- Ignition transformer menghasilkan percikan api yang tidak stabil.
- Flame sensor dipenuhi residu pembakaran sehingga pembacaan api terganggu.
- Solenoid valve solar mengalami kebocoran internal.
- Nozzle burner mulai aus dan pola semprotan tidak sempurna.
- Relay kontrol pada panel burner mengalami overheating.
Analisa Penyebab Kerusakan
Berdasarkan hasil pemeriksaan, penyebab utama gangguan burner adalah kombinasi antara penurunan performa sistem penyalaan, kualitas atomisasi bahan bakar yang menurun, dan pembacaan sensor api yang tidak akurat.
Nozzle yang aus menyebabkan distribusi bahan bakar tidak merata sehingga pembakaran menjadi tidak sempurna. Kondisi ini diperparah oleh flame sensor yang kotor sehingga burner sering gagal mendeteksi nyala api dan masuk ke mode safety lockout.
Solusi yang Dilakukan
- Penggantian ignition electrode.
- Penggantian ignition transformer.
- Penggantian flame sensor / photocell.
- Penggantian solenoid valve bahan bakar.
- Penggantian nozzle burner.
- Penggantian relay kontrol pada panel burner.
- Pembersihan combustion head dan diffuser.
- Penyetelan ulang rasio udara dan bahan bakar.
- Pengujian performa burner menggunakan combustion analyzer.
Spare Part yang Diganti
| Komponen | Kondisi Awal | Tindakan |
|---|---|---|
| Ignition Electrode | Aus | Diganti Baru |
| Ignition Transformer | Percikan Lemah | Diganti Baru |
| Flame Sensor | Tidak Stabil | Diganti Baru |
| Solenoid Valve | Bocor Internal | Diganti Baru |
| Nozzle Burner | Aus dan Tidak Simetris | Diganti Baru |
| Control Relay | Overheating | Diganti Baru |
Hasil Setelah Perbaikan
- Burner menyala normal tanpa lockout.
- Pembakaran lebih stabil dan efisien.
- Asap hitam pada cerobong hilang.
- Tekanan steam mencapai kapasitas desain boiler.
- Operasional produksi kembali normal.
- Konsumsi bahan bakar menjadi lebih terkontrol.
- Tidak ditemukan alarm selama masa observasi.
Rekomendasi Preventive Maintenance
Untuk mencegah kerusakan serupa, disarankan melakukan preventive maintenance setiap 3 bulan dengan fokus pada pemeriksaan nozzle burner, ignition electrode, flame sensor, ignition transformer, solenoid valve, serta panel kontrol burner.
Pembersihan sistem pembakaran secara berkala juga diperlukan untuk menjaga kualitas nyala api dan mempertahankan efisiensi pembakaran boiler.
Kesimpulan
Penggantian spare part burner industri yang tepat waktu terbukti mampu mengembalikan performa Steam Boiler 2 TPH secara optimal. Komponen seperti ignition electrode, ignition transformer, flame sensor, solenoid valve, nozzle burner, dan control relay merupakan spare part kritikal yang sebaiknya selalu tersedia di gudang untuk mengurangi risiko downtime produksi.
Permasalahan yang Ditemukan
Operator melaporkan burner sering mengalami lockout saat start-up. Pada beberapa kesempatan burner berhasil menyala, namun api tidak stabil dan boiler gagal mencapai tekanan kerja yang diinginkan.
Akibat gangguan tersebut, proses produksi terganggu dan perusahaan mengalami downtime yang cukup tinggi.
Hasil Pemeriksaan Teknisi
Setelah dilakukan inspeksi menyeluruh, ditemukan beberapa komponen burner yang mengalami penurunan performa akibat usia pakai dan kondisi operasional yang berat.
- Ignition electrode mengalami keausan.
- Ignition transformer menghasilkan percikan api yang lemah.
- Flame sensor tidak mampu membaca nyala api secara konsisten.
- Solenoid valve mengalami kebocoran internal.
- Nozzle burner mengalami penyumbatan.
- Relay kontrol pada panel burner mulai tidak stabil.
Spare Part yang Diganti
| Komponen | Fungsi | Kondisi | Tindakan |
|---|---|---|---|
| Ignition Electrode | Membentuk percikan api awal | Aus | Diganti Baru |
| Ignition Transformer | Menyuplai tegangan tinggi ke elektroda | Lemah | Diganti Baru |
| Flame Sensor / Photocell | Mendeteksi nyala api | Tidak Stabil | Diganti Baru |
| Solenoid Valve | Mengatur aliran bahan bakar | Bocor | Diganti Baru |
| Nozzle Burner | Mengabutkan bahan bakar | Tersumbat | Diganti Baru |
| Relay Kontrol | Mengendalikan rangkaian operasi burner | Tidak Stabil | Diganti Baru |
Proses Perbaikan
- Penggantian ignition electrode dan ignition transformer.
- Penggantian flame sensor / photocell.
- Penggantian solenoid valve bahan bakar.
- Penggantian nozzle burner.
- Penggantian relay kontrol pada panel burner.
- Pembersihan combustion head.
- Kalibrasi sistem udara dan bahan bakar.
- Pengujian performa burner menggunakan combustion analyzer.
Hasil Setelah Perbaikan
- Burner menyala normal tanpa lockout.
- Api pembakaran lebih stabil.
- Tekanan steam tercapai lebih cepat.
- Operasional boiler kembali normal.
- Downtime produksi berhasil dikurangi.
- Sistem pembakaran lebih aman dan andal.
Rekomendasi Spare Part yang Harus Tersedia di Gudang
Untuk menghindari downtime yang tidak direncanakan, pengguna burner industri disarankan menyimpan beberapa spare part kritikal berikut:
- Ignition Electrode
- Ignition Transformer
- Flame Sensor / Photocell
- Solenoid Valve
- Nozzle Burner
- Control Relay
- Pressure Switch
- Contactor Motor Fan
- Fuse dan MCB Panel Burner
Kesimpulan
Penggantian spare part burner industri secara berkala merupakan bagian penting dari program preventive maintenance. Komponen seperti ignition electrode, ignition transformer, flame sensor, solenoid valve, nozzle burner, dan control relay memiliki peran vital dalam menjaga keandalan sistem pembakaran. Dengan ketersediaan spare part yang memadai, risiko downtime dapat diminimalkan dan produktivitas industri tetap terjaga.
Layanan Seluruh Indonesia
BEJO Burner melayani kebutuhan burner industri di seluruh Indonesia, termasuk Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali, hingga Papua.
Kenapa Memilih BEJO Burner?
- ✔ Ready stock unit & spare part
- ✔ Teknisi berpengalaman
- ✔ Respon cepat
- ✔ Support proyek industri
- ✔ Produk karya Indonesia
Kenapa Memilih BEJO Burner?
BEJO Burner merupakan burner industri karya Indonesia yang telah digunakan
pada berbagai aplikasi pemanas industri di berbagai sektor manufaktur.
Produk kami telah melalui proses demonstrasi, pengujian lapangan, serta
implementasi langsung pada berbagai proyek industri dengan hasil yang
terbukti handal dan efisien.
- ✔ Ready stock unit dan spare part di Indonesia
- ✔ Teknisi berpengalaman dan support after-sales
- ✔ Respon cepat untuk kebutuhan servis dan troubleshooting
- ✔ Mendukung proyek instalasi dan commissioning industri
- ✔ Produk karya Indonesia dengan kualitas industri
- ✔ Telah digunakan dan didemonstrasikan di berbagai perusahaan
Aplikasi BEJO Burner di Industri
BEJO Burner telah diaplikasikan pada berbagai peralatan pemanas industri,
antara lain:
Aplikasi BEJO Burner di Berbagai Sektor Industri
BEJO Burner telah digunakan pada berbagai sektor industri di Indonesia untuk aplikasi steam boiler, thermal oil heater, hot water boiler, oven industri, dryer, incinerator, crematorium, dan berbagai sistem pemanas proses lainnya.
Studi Kasus BEJO Burner pada Steam Boiler 1 Ton/Jam Industri Makanan
Informasi Proyek
- Lokasi Proyek: Karawang, Jawa Barat
- Aplikasi: Fire Tube Steam Boiler
- Kapasitas Boiler: 1 TPH (1 Ton Steam/Jam)
- Kapasitas Burner: 750 kW
- Bahan Bakar: LPG
- Tekanan Operasi: 8 Bar
- Jenis Industri: Industri Pengolahan Makanan
Latar Belakang Permasalahan
BEJO Burner digunakan pada Steam Boiler kapasitas 1 ton/jam yang beroperasi untuk proses produksi makanan. Sebelum dilakukan perbaikan, perusahaan mengalami gangguan produksi akibat burner sering mengalami lockout dan gagal start.
Steam yang dihasilkan tidak stabil sehingga proses pemasakan dan sterilisasi produk menjadi terganggu. Selain itu konsumsi LPG meningkat dan operator sering melakukan reset burner secara manual.
Hasil Inspeksi Lapangan
- Ignition electrode mengalami keausan.
- Flame detector tertutup residu pembakaran.
- Gas filter kotor.
- Setting udara dan bahan bakar tidak seimbang.
- Damper actuator tidak bekerja maksimal.
- Combustion head dipenuhi kerak pembakaran.
Solusi yang Dilakukan
Tim teknisi melakukan inspeksi menyeluruh terhadap sistem pembakaran dan melakukan tuning burner menggunakan combustion analyzer untuk mendapatkan rasio pembakaran yang optimal.
- Pembersihan combustion head.
- Penggantian ignition electrode.
- Penggantian flame detector.
- Penggantian gas filter.
- Kalibrasi gas valve.
- Setting ulang rasio udara dan bahan bakar.
- Pengujian performa burner pada berbagai beban operasi.
Spare Part yang Diganti
| Komponen | Kondisi | Tindakan |
|---|---|---|
| Ignition Electrode | Aus | Diganti Baru |
| Flame Detector | Tidak Stabil | Diganti Baru |
| Gas Filter | Kotor | Diganti Baru |
| Damper Linkage | Longgar | Disetel Ulang |
| Combustion Head | Banyak Kerak | Dibersihkan |
Hasil Setelah Perbaikan
- Tekanan steam stabil pada 8 bar.
- Tidak terjadi lockout selama pengamatan.
- Start-up burner lebih halus.
- Proses produksi berjalan normal.
- Konsumsi bahan bakar lebih terkontrol.
- Kualitas steam lebih konsisten.
Spare Part yang Direkomendasikan untuk Stok Gudang
- Ignition Electrode
- Flame Detector UV/IR
- Ignition Transformer
- Gas Filter Element
- Pressure Switch Gas
- Air Pressure Switch
- Contactor Motor Fan
- Relay Kontrol
- Fuse Panel Burner
Program Preventive Maintenance
Untuk menjaga performa burner tetap optimal, disarankan melakukan preventive maintenance setiap 3 bulan yang meliputi pemeriksaan elektroda, flame detector, gas train, damper actuator, fan motor, panel kontrol, serta analisa pembakaran menggunakan combustion analyzer.
Kesimpulan
BEJO Burner terbukti mampu memberikan performa pembakaran yang stabil pada Steam Boiler industri. Dengan dukungan spare part lokal, teknisi berpengalaman, dan respon servis yang cepat, downtime produksi dapat diminimalkan sehingga operasional pabrik berjalan lebih andal dan efisien.
Dengan dukungan teknis yang kuat, ketersediaan spare part, dan pengalaman aplikasi di berbagai sektor industri, BEJO Burner menjadi solusi burner industri yang ekonomis, mudah dirawat, dan sesuai dengan kebutuhan
industri di Indonesia.
Studi Kasus Implementasi BEJO Burner
Salah satu implementasi BEJO Burner digunakan pada Oven Dryer industri pengolahan makanan di Jawa Barat. Setelah penggantian burner lama dengan BEJO Burner, proses pemanasan menjadi lebih stabil dan waktu pemanasan berkurang sekitar 15–20%. Ketersediaan spare part lokal juga membantu mengurangi downtime produksi saat perawatan berkala.
Hubungi Kami
Butuh burner industri berkualitas? Hubungi kami sekarang:
📞 WhatsApp: +62 xxx xxxx xxxx
📧 Email: info@bejoburner.co.id
🌐 Website: Indira Mitra Boiler
Artikel Terkait
Kesimpulan: Dengan pengalaman, ketersediaan stok, dan layanan lengkap, BEJO Burner adalah pilihan tepat untuk kebutuhan burner industri yang efisien, aman, dan handal.

Pingback: Cara Menghemat Konsumsi Burner Industri agar Lebih Efisien.